Jawa Pos Radar Lawu – Sikap ambisi seseorang sering kali dipandang sebagai hal yang positif. Ada kalanya ambisi tersebut melampaui batas dan berubah menjadi perilaku yang disebut overachieving.
Overachiever sendiri adalah seseorang yang menetapkan standar terlalu tinggi untuk dirinya sendiri.
Bagi seorang overachiever, hasil dan pencapaian yang tinggi adalah tujuan akhir.
Apakah kamu sendiri termasuk dalam kategori ini?
Berikut adalah beberapa tanda yang menunjukkan seorang overachiever:
- Menentukan Standar yang Tidak Realistis
Seorang overachiever seringkali menetapkan tujuan yang sangat tinggi, bahkan terkadang sulit dicapai. Begitu berhasil mencapainya, overachiever akan langsung mencari target baru tanpa memberi diri waktu untuk merayakan pencapaian. - Tidak Pernah Puas dengan Hasil
Meski orang lain memuji hasil kerja dan pencapaian seorang overachiever, mereka tetap merasa bahwa apa pun yang dilakukan tidak pernah cukup.
- Memiliki Jiwa Perfeksionisme yang Berlebihan
Kesalahan kecil terasa seperti kegagalan besar. Overachiever akan menghabiskan waktu berlebihan untuk memastikan segala sesuatunya sempurna, bahkan untuk tugas-tugas yang terlihat sederhana. - Kesulitan Meminta Bantuan
Overachiever cenderung ingin melakukan semuanya sendiri. Mereka percaya bahwa hanya merekalah yang bisa melakukannya dengan benar. Hal ini sering membuat overachiever merasa kelelahan karena terlalu banyak tanggung jawab.
- Tidak Memiliki Keseimbangan Hidup
Overachiever sering mengorbankan waktu istirahat, keluarga, dan kesehatan demi mencapai tujuan. Rasa bersalah justru muncul jika mereka tidak produktif, bahkan saat bersantai. - Mengukur Nilai Diri dari Hasil dan Pencapaian
Nilai diri seorang overachiever tergantung pada seberapa banyak yang dicapai. Ini membuat merekan terus-menerus mengejar pencapaian baru untuk membuktikan nilai diri. - Takut Mengecewakan Orang Lain
Rasa takut mengecewakan orang lain menjadi pendorong utama pola kerja overachiever. Mereka khawatir akan dinilai kurang kompeten jika gagal memenuhi ekspektasi.
Bagaimana Mengatasinya?
Jika kamu merasakan tanda-tanda ini, berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan
- Tetapkan tujuan yang lebih realistis. Kurangi tekanan dengan menetapkan target yang masuk akal.
- Praktikkan self-compassion. Belajarlah memaafkan diri atas kesalahan kecil dan menghargai usaha yang telah dilakukan.
- Luangkan waktu untuk beristirahat. Jadwalkan waktu untuk aktivitas menyenangkan di luar pekerjaan.
- Fokus pada progres, bukan kesempurnaan. Hargai setiap langkah kecil menuju tujuan, bukan hanya hasil akhirnya.
(*)
Editor : Riana M.