Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Kontroversi Memuncak, Drama When The Phone Rings Dihujat di Akhir Episode, Kenapa?

Habibah Khoiriyah • Selasa, 7 Januari 2025 | 22:08 WIB
Kontroversi Memuncak di Episode pamungkas drama Korea When The Phone Rings
Kontroversi Memuncak di Episode pamungkas drama Korea When The Phone Rings

Jawa Pos Radar Lawu – Episode pamungkas drama Korea When The Phone Rings yang ditayangkan pada Sabtu, 4 Januari 2025, berhasil mencetak rekor baru dengan perolehan rating nasional sebesar 8,6 persen berdasarkan data dari Nielsen Korea.

Capaian ini merupakan yang tertinggi selama penayangan 12 episode drakor When The Phone Rings di MBC dan Netflix.

Meski begitu, keberhasilan tersebut diwarnai kontroversi besar yang merusak citra drama When The Phone Rings ini.

Kontroversi muncul karena sejumlah pihak menilai cerita dalam drama ini menyinggung isu sensitif terkait konflik Israel Palestina.

Narasi dalam episode terakhir When The Phone Rings memancing diskusi hangat, meskipun drama tersebut menggunakan nama negara fiktif.

Banyak penonton menduga bahwa konflik antara negara Paltima dan Izmael secara tidak langsung merefleksikan ketegangan yang nyata antara Israel dan Palestina.

Hal ini dinilai kurang peka terhadap sensitivitas konflik yang masih berlangsung di dunia nyata.

Pada adegan klimaks enam menit terakhir, karakter Hong Hee Joo, yang diperankan oleh Chae Soo Bin, kembali menjalani perannya sebagai juru bahasa isyarat di siaran televisi.

Dalam momen tersebut, ia menerjemahkan laporan berita yang dibacakan oleh Na You Ri, menambah sentuhan emosional pada akhir cerita yang penuh dinamika.

Siaran tersebut mengabarkan serangan udara yang dilancarkan oleh Paltima terhadap Izmael, disertai insiden penyanderaan warga Korea Selatan.

Warga yang disandera kemudian berhasil diselamatkan oleh Baek Sa Eon (Baek Yu Yeon), yang berperan sebagai juru runding setelah tidak lagi menjabat sebagai juru bicara Blue House.

Alur cerita ini memicu gelombang kritik di media sosial, dengan banyak pihak menuduh bahwa drama tersebut mempromosikan narasi yang tidak sensitif terhadap isu kemanusiaan.

Kritik semakin tajam karena Paltima yang diduga mewakili Palestina digambarkan sebagai pihak agresor dalam konflik tersebut.

Tanggapan netizen Indonesia ramai bermunculan di platform X, dengan banyak pengguna mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap drama garapan sutradara Park Sang Woo tersebut.

Bahkan, sejumlah netizen secara terbuka menyerukan ajakan untuk memboikot drama ini.

Gelombang kritik ini muncul sebagai respons terhadap penggambaran cerita yang dianggap kurang peka terhadap isu global dan memicu perdebatan mengenai etika dalam menyajikan konflik fiktif yang menyerupai situasi nyata. (*) 

Editor : Riana M.
#drakor #kontroversi #drama #When The Phone Rings #Israel Palestina #drama korea #Ratting #isu kemanusiaan