Jawa Pos Radar Lawu - Bekerja keras sering kali dicap sebagai jalan menuju kesuksesan. Namun, jangan lupakan garis tipis antara bekerja terlalu keras dan workaholic.
Tanpa disadari, banyak orang yang bekerja secara berlebihan hingga mengorbankan beberapa hal, misalnya kesehatan, kehidupan pribadi dan interaksi sosial.
Pengertian Workaholic
Workaholic adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang terobsesi dengan pekerjaan mereka, sehingga sering kali mengabaikan aspek lain dalam hidup, seperti hubungan pribadi, kesehatan, dan waktu untuk bersantai.
Mereka cenderung bekerja secara berlebihan, biasanya didorong oleh keinginan untuk meraih kesuksesan, rasa cemas ketika tidak produktif, atau kebutuhan untuk selalu sibuk.
Kebiasaan ini bisa berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental, serta mengganggu keseimbangan hidup secara keseluruhan.
Tanda-tanda Seseorang Workaholic
Mengetahui tanda-tanda seseorang yang merupakan workaholic adalah langkah awal untuk membantu mereka mengatasi kecenderungan ini.
Berikut adalah tanda-tanda yang menunjukkan bahwa seseorang mungkin mengalami workaholic.
- Kesulitan Berhenti Memikirkan Pekerjaan
Kalau kamu sering memikirkan pekerjaan bahkan di luar jam kerja dan merasa sulit untuk "melepaskan" diri dari pekerjaan, ini bisa menjadi tanda awal workaholic.
- Jam Kerja yang Berlebihan
Bekerja dengan durasi waktu 8-10 jam setiap hari tanpa istirahat bisa menjadi salah satu indikasi workaholic.
Jika kamu lebih memilih untuk menunda waktu pulang bekerja atau lebih memilih menghabiskan akhir pekan untuk mengejar pekerjaan, mungkin sudah saatnya mengevaluasi kembali kebiasaan ini.
- Mengorbankan Kesehatan untuk Pekerjaan
Seseorang yang berada di fase workaholic sering kali mengabaikan kesehatan tubuh mereka.
Tandanya bisa meliputi kurang tidur, pola makan tidak teratur, dan kurangnya aktivitas fisik hingga melupakan kebutuhan dasar tubuh.
- Merasa Bersalah Ketika Tidak Bekerja
Ketika kamu justru merasa gelisah atau bersalah ketika tidak produktif ini adalah salah satu tanda workaholic.
Rasa bersalah ini sering muncul karena tekanan untuk terus bekerja, meskipun tubuh dan pikiran membutuhkan istirahat.
- Sulit Menikmati Kehidupan Pribadi
Seseorang workaholic sering kali kehilangan momen berharga dengan keluarga, teman bahkan dengan dirinya sendiri.
Mereka mungkin hadir secara fisik, tetapi pikiran mereka tetap fokus pada pekerjaan.
- Perfeksionisme yang Berlebihan
Keinginan untuk selalu menyelesaikan pekerjaan dengan sempurna bisa menjadi penyebab utama kebiasaan kerja berlebihan.
Perfeksionisme sering membuat seseorang merasa tidak pernah cukup dan terus mendorong mereka bekerja lebih keras.
Cara Mengatasi Workaholic
Jika kamu sudah merasa memiliki beberapa tanda di atas, maka langkah yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi bahkan mengatasi kecenderungan menjadi workaholic adalah dengan menetapkan batasan waktu dalam pekerjaan.
Kamu bisa memulainya dengan membuat prioritas yang seimbang antara pekerjaan, kehidupan pribadi dan interaksi sosial.
Fokus pada Kesehatan tubuh, karena workaholic paling sering merenggut kesehatan seseorang. Namun, jika merasa sulit untuk mengubah kebiasaan workaholic, kamu bisa mencari bantuan dari profesional.
Mengapa Penting untuk Menghindari Workaholic?
Menjadi workaholic tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik dan mental, tetapi juga pada hubungan sosial dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Dengan mengenali tanda-tanda workaholic dan mengambil langkah untuk mengatasinya, kamu bisa mencapai keseimbangan yang lebih baik antara pekerjaan, kehidupan pribadi dan interaksi sosial. (*)
Editor : Riana M.