Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Dampak Fenomena Chronically Online cukup Berbahaya, Ini 4 Tips untuk Menghindarinya!

Davita Dyah Ayu • Senin, 6 Januari 2025 | 22:15 WIB
chronically online berarti online secara kronis
chronically online berarti online secara kronis

Jawa Pos Radar Lawu - Pernahkah merasa hidup di dunia maya terasa lebih nyaman dibandingkan dunia nyata? Jika iya, jangan-jangan sedang mengalami fenomena chronically online. 

Istilah ini merujuk pada kondisi di mana seseorang terus-menerus terlibat dengan media sosial atau terlalu intens menggunakan internet.

Saat menjelajahi media sosial, waktu terasa berjalan begitu cepat. Beberapa jam seakan berlalu dalam sekejap.

Semua informasi dari berbagai belahan dunia bisa diakses hanya dengan satu kali scroll. 

Tidak hanya informasi, kebutuhan sehari-hari seperti berbelanja, berkirim pesan, memesan makanan, hingga bermain gim juga tersedia dengan mudah.

Kemudahan ini bisa membuat terlena dan semakin terjerumus ke dunia maya tanpa disadari.

Generasi Z bahkan memiliki istilah khusus untuk menggambarkan kondisi ini, yaitu Chronically Online.

Istilah ini populer di media sosial dan sering digunakan dalam berbagai konteks, termasuk kehidupan sehari-hari.

Secara harfiah, chronically online berarti online secara kronis

Istilah ini digunakan untuk menggambarkan individu yang menghabiskan terlalu banyak waktu di media sosial atau internet. 

Fenomena ini berasal dari istilah yang sangat online yang sangat populer pada awal 2010-an, yang pertama kali muncul di platform X (sebelumnya Twitter). 

Istilah "terminally online" juga mulai digunakan pada pertengahan tahun 2000-an dengan arti yang sama.

Kini, chronically online, istilah baru ini digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang terlalu banyak berinteraksi dengan dunia maya sehingga mereka melupakan dunia nyata.

 Kondisi ini seringkali memiliki efek yang tidak baik, seperti penurunan konsentrasi, kecenderungan untuk lupa, dan penurunan keterlibatan sosial secara langsung.

Orang yang termasuk dalam kategori chronically online lebih sering berbicara tentang hal-hal yang terjadi di internet daripada hal-hal yang terjadi di kehidupan nyata. 

Banyak orang lebih suka berinteraksi secara online daripada bertemu langsung. Waktu yang dihabiskan di internet jauh lebih banyak daripada aktivitas yang dilakukan di dunia nyata. 

Kondisi ini juga sering diiringi dengan produktivitas sehari-hari, keterlibatan sosial, dan aktivitas fisik yang berkurang.

Tips Menghindari Chroically Oline

Batasi waktu bermain media sosial

Untuk mengontrol penggunaan aplikasi, gunakan fitur pembatas waktu smartphone.

Misalnya, atur Instagram agar hanya dapat digunakan selama satu jam sehari.

Aplikasi akan mengingatkan ketika waktu itu tiba. Selain itu, buat komitmen yang mudah dilakukan, seperti tidak menggunakan ponsel saat makan atau sebelum tidur.

Nonaktifkan notifikasi media sosial

Notifikasi terus-menerus dapat membuat tertekan, terutama saat belajar atau bekerja. Solusinya adalah dengan mematikan notifikasi dari aplikasi yang tidak penting, seperti WhatsApp, jika diperlukan.

Selain itu, dapat menetapkan waktu tertentu untuk mengecek media sosial, misalnya hanya di pagi atau malam hari.

Temukan aktivitas baru

Karena tidak memiliki kegiatan lain, orang sering terlalu sering online. Mencari hobi baru, seperti bermain gitar, berkebun, atau menggambar, dapat membantu mengisi waktu dan membuat merasa lebih produktif dan kreatif.

Selain itu, bergabung dengan komunitas hobi di lingkungan dapat menawarkan pengalaman baru yang menyenangkan.

Praktikkan Mindfulness

Cara yang efektif untuk menyadari kebiasaan buruk, termasuk kecanduan internet, adalah dengan melatih kesadaran diri.

Luangkan beberapa menit setiap hari untuk berkonsentrasi pada pernapasan atau meditasi sederhana.

Teknik-teknik ini dapat membantu menenangkan pikiran dan mengurangi ketergantungan pada perangkat elektronik.

Di zaman modern, internet merupakan bagian penting dari kehidupan manusia.

Namun, yang paling penting adalah menggunakan teknologi untuk pertumbuhan diri, bukan sebaliknya.

Untuk mengurangi waktu di dunia maya dan hadir sepenuhnya di dunia nyata, mulailah dengan langkah kecil.

Dengan menemukan keseimbangan yang tepat, akan dapat menikmati yang terbaik dari kedua dunia. (*)

Editor : Riana M.
#kemudahan #intens #fenomena #internet #Chronically Online #Gen Z #dampak aborsi #Cara Mengatasi