Jawa Pos Radar Lawu - Trauma inner child yang muncul akibat pola asuh eggshell parenting bisa terus membayangi seseorang hingga dewasa.
Pola asuh eggshell parenting membuat anak tumbuh di lingkungan yang penuh ketidakpastian dan ketegangan emosional orang tua. Inilah yang sering kali meninggalkan luka mendalam.
Namun, menyadari dan mengatasi trauma ini adalah langkah penting untuk mencapai keseimbangan emosional.
Memahami Trauma Inner Child
Trauma inner child adalah luka emosional yang terbentuk di masa kecil dan terus memengaruhi cara seseorang berpikir, merasa, dan berperilaku saat dewasa.
Dalam konteks eggshell parenting, trauma ini sering kali berakar dari pengalaman anak yang harus selalu "berjalan di atas kulit telur" dan berada di sekitar orang tua yang sulit diprediksi emosionalnya.
Anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan ini cendenrung menekan perasaannya sendiri demi menghindari konflik dengan orang tua.
Memiliki perilaku people pleaser dan kerap mengabaikan kebutuhan diri sendiri karena lebih fokus pada menjaga emosi orang tua.
Akibatnya, trauma ini sering muncul dalam bentuk kesulitan menjalin hubungan yang sehat, ketakutan akan konflik, atau rasa bersalah setiap saat.
Langkah-Langkah Mengatasi Trauma Inner Child
Mengatasi trauma inner child akibat eggshell parenting memang memerlukan keberanian dan komitmen untuk sembuh.
Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan:
1. Mengenali dan Menerima Luka
Langkah pertama adalah menyadari adanya trauma. Cari tahu pola pikir dan perilaku yang mungkin berakar dari pengalaman masa kecil.
2. Cobalah Ciptakan Lingkungan Aman Untuk Diri Sendiri
Setelah terbiasa hidup dalam ketidakpastian, coba ciptakan sendiri rasa aman bagi diri sendiri, dan jadikan prioritas.
Kamu bisa mulai dengan membangun rutinitas yang menenangkan dan menghindari hubungan yang penuh tekanan emosional.
3. Cari Bantuan Profesional atau Lakukan Terapi
Terapi seperti Dialectical Behavioral Therapy (DBT) bisa menjadi salah satu alternatif yang bisa membantu kamu mengenali dan menerima emosi, sekaligus mengajarkan keterampilan untuk mengelola perasaan sulit.
4. Mempraktikkan Self-Compassion Atau Rasa Kasihan Terhadap Diri Sendiri
Melatih rasa kasih sayang terhadap diri sendiri adalah kunci untuk menyembuhkan trauma inner child.
Kamu harus memahami bahwa luka masa kecil bukan kesalahanmu, dan kamu layak untuk bahagia. Latihan afirmasi positif dan meditasi dapat membantu membangun kembali rasa percaya diri.
5. Belajar Untuk Berkata Tidak
Cobalah untuk belajar mengatakan “tidak” kepada orang laian tanpa perasaan bersalah. Ini akan membantu melindungi keseimbangan emosionalmu. (*)
Editor : Riana M.