Untuk melindungi orang dari risiko seperti PHK, terutama dalam situasi ekonomi yang tidak stabil dan efek resesi, langkah ini melibatkan pembentukan cadangan atau opsi karir lainnya.
Dengan menggunakan career cushioning, seorang pekerja dapat membuat rencana alternatif seperti plan A, B, C, dan seterusnya untuk mengatasi situasi yang tidak terduga.
Langkah ini semakin relevan karena perubahan dunia kerja yang begitu cepat, ditambah dengan ancaman penggunaan teknologi AI dan gelombang PHK masal.
Banyak pekerja khawatir tentang stabilitas tempat kerja mereka.
Mereka seringkali mencari alternatif yang lebih aman, seperti mengambil pekerjaan sampingan, menjalani freelance, atau mencari peluang karir baru yang lebih menjanjikan, karena takut digantikan oleh teknologi atau ketidaknyamanan di tempat kerja.
Istilah career cushioning sendiri menggambarkan upaya untuk melindungi diri sendiri dengan menyediakan opsi karir agar karyawan tetap merasa aman saat menghadapi tantangan di tempat kerja.
Konsep ini telah menjadi praktik populer di dunia yang terus berubah untuk mengimbangi tujuan karir dan keamanan keuangan.
Mengapa career chusioning penting?
Baca Juga: Cerminan Slow Living dalam Diri Sederet Tokoh Indonesia, Sujiwo Tejo Salah Satunya
- Menghadapi ketidakpastian
Dunia kerja modern penuh dengan dinamika yang sulit diprediksi, seperti perkembangan teknologi, fluktuasi ekonomi, dan perubahan kebutuhan industri.
Dengan menyiapkan diri menghadapi perubahan ini, orang dapat mengurangi risiko ketidakpastian.
- Memperluas peluang karir
Career chusioning memungkinkan orang untuk mengembangkan keterampilan baru, membangun jaringan yang lebih luas, dan mengeksplorasi berbagai peluang, yang memungkinkan mereka untuk menjelajahi karir yang lebih menyenangkan tanpa secara tiba-tiba meninggalkan pekerjaan utama mereka.
- Meningkatkan Daya Saing
Di tengah persaingan yang ketat, memiliki keahlian yang beragam menjadi nilai tambah.
Career cushioning membantu individu terus memperbarui keterampilan mereka, menjaga koneksi profesional, dan memperkuat citra diri sebagai kandidat yang menarik bagi perusahaan.
- Mengatasi Ketidakpuasan Karir
Banyak orang merasa tidak puas dengan pekerjaan mereka karena kurangnya tantangan atau ketidaksesuaian dengan minat pribadi.
Career cushioning memberi mereka ruang untuk mencari opsi yang lebih cocok tanpa kehilangan stabilitas finansial atau sumber penghasilan.
- Meningkatkan Resiliensi Karir
Dengan mempersiapkan alternatif, individu lebih tangguh dalam menghadapi perubahan tak terduga.
Mereka memiliki jaringan, keterampilan, dan pengetahuan yang dapat diandalkan dalam situasi sulit, sehingga mampu bangkit dengan lebih cepat.
Career cushioning memungkinkan karyawan memiliki lebih banyak kontrol atas masa depan karir mereka.
Mereka dapat mengantisipasi perubahan dengan lebih percaya diri, memanfaatkan peluang baru, dan tetap tenang saat menghadapi tantangan. (*)
Editor : Riana M.