Jawa Pos Radar Lawu - Generasi Z menunjukkan pendekatan yang unik terhadap kehidupan dibandingkan generasi sebelumnya.
Salah satu tren yang semakin populer di kalangan generasi Z adalah fenomena yang dikenal sebagai “Soft Life”.
Gaya hidup ini menekankan pentingnya kenyamanan, ketenangan, dan menikmati hidup tanpa terburu-buru.
Berbeda dengan budaya kerja keras yang mendominasi sebelumnya, Generasi Z lebih mengutamakan keseimbangan hidup dan kesehatan mental.
Istilah “Soft Life” muncul sebagai respons terhadap kelelahan yang disebabkan oleh tekanan sosial untuk mencapai kesuksesan dengan cepat.
Gaya hidup ini bukanlah tentang kemalasan, melainkan tentang menjalani hidup dengan lebih bijak, menikmati waktu luang, serta menjaga kesehatan fisik dan mental.
Generasi Z, “Soft Life” tidak berarti menghindari tanggung jawab, tetapi menjalankan tanggung jawab tersebut dengan cara yang lebih tenang.
Konsep ini bertujuan untuk mengurangi tekanan dari ekspektasi sosial yang sering kali membebani.
Mereka tetap produktif, tetapi dengan pendekatan yang lebih santai, yang membedakan 'Soft Life' dari budaya hustle yang sebelumnya banyak dijunjung tinggi.
Konsep “Soft Life” awalnya berkembang di kalangan komunitas Nigeria, di mana istilah ini menggambarkan gaya hidup yang nyaman dan santai.
Menurut beberapa sumber, gaya hidup ini menjadi cara bagi banyak perempuan kulit hitam yang menghadapi berbagai tekanan sosial untuk menemukan ruang bagi diri mereka sendiri.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Qualitative Health Research menunjukkan bahwa peran sebagai 'perempuan super' sering kali berhubungan dengan tingkat stres yang tinggi, kurang tidur, pola makan yang buruk, dan minimnya perawatan diri.
Tren “Soft Life” muncul sebagai bentuk perlawanan terhadap stereotip ini, di mana perempuan kulit hitam, khususnya, menemukan cara untuk menjaga kesehatan mental dan emosional mereka melalui gaya hidup yang lebih seimbang.
Platform media sosial seperti TikTok, konsep 'Soft Life' mendapatkan perhatian yang besar.
Banyak konten yang menunjukkan bagaimana generasi muda, terutama Generasi Z, menjalani kehidupan yang lebih santai, sering kali dengan liburan mewah, kegiatan perawatan diri, dan menikmati momen-momen kecil dalam hidup.
Tren ini juga sering dikaitkan dengan energi feminin yang lembut dan penuh kasih sayang terhadap diri sendiri.
Fenomena 'Soft Life' mencerminkan perubahan nilai-nilai di kalangan generasi muda, khususnya Generasi Z, dalam memandang kehidupan dan pekerjaan. (*)
Editor : Riana M.