Jawa Pos Radar Lawu - Generasi Z kini mulai mendominasi dunia kerja. Menurut analisis terbaru oleh Glassdoor, pada tahun 2024, jumlah pekerja Gen Z diperkirakan akan melampaui Baby Boomers di angkatan kerja penuh waktu.
Dengan perilaku dan karakteristik yang berbeda dari generasi sebelumnya, Gen Z hadir dengan membawa gelombang perubahan yang tidak bisa diabaikan di tempat kerja.
Penelitian yang dilakukan oleh Roberta Katz, mantan peneliti senior di Center for Advanced Study in the Behavioral Sciences (CASBS) Stanford, menggambarkan Gen Z sebagai generasi dengan pendekatan yang unik terhadap karier.
Studi besar yang dilakukan Katz bersama timnya mengungkapkan bahwa bagi Gen Z, fleksibilitas, keseimbangan kerja dan kehidupan, serta keberlanjutan menjadi prioritas utama.
Bagaimana Gen Z Mengubah Dunia Kerja?
1. Gen Z Expects Change (Gen Z Mengharapkan Perubahan)
Gen Z yang tumbuh di tengah ketidakpastian memiliki serangkaian karakteristik yang unik, termasuk menjadi fleksibel dan tangguh.
Hal ini kemudian membawa mereka pada cara-cara baru untuk berpikir tentang masa depan dengan melakukan berbagai hal dan mempertanyakan cara-cara melakukan berbagai hal.
Inilah sifat yang akan mereka bawa ke tempat kerja.
2. Gen Z Is Pragmatic (Gen Z Itu Pragmatis)
Gen Z cenderung memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Mereka lebih memilih mencari jawaban sendiri daripada bergantung pada orang lain.
Pendekatan mereka yang pragmatis membuat mereka cenderung memprioritaskan efisiensi dan hasil nyata.
Mereka mempertanyakan segalanya dan semua orang – mulai dari teman sebaya, orang tua, atau orang-orang di kantor
Mereka juga tidak takut untuk mempertanyakan alasan mengapa sesuatu dilakukan dengan cara tertentu.
3. Gen Z Wants ao Make A Difference (Gen Z Ingin Membuat Perbedaan)
Mereka menginginkan pekerjaan yang membawa perubahan positif, baik untuk lingkungan maupun masyarakat.
Dalam memilih pekejaan utama atau perusahaan tempat mereka bekerja, mereka akan mempertimbangkan Isu-isu seperti keberlanjutan dan keadilan sosial.
4. Gen Z Values Collaboration And Teamwork (Gen Z Punya Nilai Kolaborasi yang Tinggi dan Kerjasama Tim)
Tumbuh di era media sosial, Gen Z terbiasa bekerja dalam komunitas dan tim.
Mereka mengutamakan kerja sama dibandingkan kompetisi, dengan harapan semua anggota tim berkontribusi demi kesuksesan bersama.
5. Gen Z Wants Leaders Who Guide By Consensus (Gen Z Menginginkan Pemimpin yang Transparan)
Gen Z lebih menyukai pemimpin yang melibatkan tim dalam pengambilan keputusan. Mereka menghargai kejujuran, transparansi, dan komunikasi yang terbuka dalam lingkungan kerja.
6. Gen Z cares about mental health and work-life balance (Gen Z Peduli dengan Kesehatan Mental dan Keseimbangan Hidup)
Bagi Gen Z, kehidupan lebih dari sekadar pekerjaan. Mereka menuntut model kerja fleksibel yang memungkinkan mereka menjaga kesehatan mental dan menikmati hidup di luar pekerjaan.
Generasi Z tidak terlalu menyukai system kerja 9-5 mereka lebih menyukai system kerja fleksibel.
7. Gen Z Thinks Differently About Loyalty (Gen Z Punya Perspektif Baru Tentang Loyalitas)
Gen Z memiliki pandangan yang lebih fleksibel tentang loyalitas, terutama karena mereka tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi.
Mereka lebih memilih perusahaan yang memberikan peluang pengembangan diri daripada janji stabilitas jangka panjang.
8. Gen Z Looks For Trust And Authenticity (Gen Z Mencari Keaslian dan Kepercayaan)
Bagi Gen Z, kejujuran dan tindakan nyata dari perusahaan sangat penting. Mereka mengutamakan hubungan kerja yang didasarkan pada rasa saling percaya dan keaslian. (*)
Editor : Riana M.