Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Match Made in Heaven, Istilah Romansa yang Trend di Kalangan Gen Z, Apa itu?

Davita Dyah Ayu • Rabu, 11 Desember 2024 | 15:40 WIB
Ilustrasi Match Made in Heaven, tren hubungan asmara di kalangan gen Z
Ilustrasi Match Made in Heaven, tren hubungan asmara di kalangan gen Z

Jawa Pos Radar Lawu - Konsep "Match Made in Heaven" atau jodoh yang telah ditetapkan dari surga mungkin terdengar paradoks di era digital yang serba cepat di mana hubungan manusia biasanya dimulai dengan menggesek layar ponsel.

Namun, menariknya, Generasi Z menjadikan istilah ini semakin populer. "Match made in heaven" adalah idiom menurut Dictionary yang merujuk pada hubungan antara dua orang yang sangat cocok satu sama lain.

Frasa ini juga dapat merujuk pada koneksi atau hubungan antara dua hal yang sangat cocok satu sama lain.

Artinya, takdir, atau "surga", seolah-olah menyatukan dua elemen ini untuk menjadi pasangan yang ideal.

Selain itu, "Match Made in Heaven" didefinisikan oleh Merriam-Webster sebagai hubungan antara dua orang yang sangat cocok satu sama lain sehingga orang-orang di sekitar mereka menganggap mereka "ditakdirkan" untuk bersama.

Konsep ini mengatakan bahwa kekuatan supranatural, seperti alam semesta, takdir, atau bahkan intervensi ilahi, dapat menyatukan dua orang.

Secara etimologis, frasa ini mengandung unsur keagamaan dan spiritualitas. Kata "heaven" (surga) melambangkan kesempurnaan, keindahan, dan keberkahan.

Oleh karena itu, "match made in heaven" secara harfiah bisa diartikan sebagai pasangan yang dipersatukan di surga.

Konsep ini selaras dengan pandangan tradisional bahwa jodoh adalah ketetapan Tuhan. Namun, seiring perkembangan zaman, maknanya tidak lagi terbatas pada aspek religius.

Istilah ini digunakan dalam konteks yang lebih luas, termasuk untuk menggambarkan hubungan bisnis, kolaborasi kreatif, atau kombinasi produk dan layanan yang serasi.

Konsep bahwa jodoh adalah takdir ilahi bukan sesuatu yang baru. Generasi sebelumnya melihat jodoh sebagai sesuatu yang sudah "digariskan" dan tak dapat dihindari, tetapi Generasi Z, yang tumbuh di tengah kemajuan teknologi, melihatnya secara lebih kontemporer dan masuk akal.

Jika dulu orang bertemu jodoh melalui perjodohan keluarga atau takdir yang "dipertemukan secara alami", kini aplikasi kencan online dan media sosial memungkinkan pertemuan itu terjadi lebih cepat dan di seluruh dunia.

Generasi Z justru merindukan hubungan yang lebih intim dan mendalam, meskipun mereka memiliki banyak pilihan pasangan.

Menurut konsep "Match Made in Heaven", mereka berharap dapat menemukan "seseorang yang tepat" di tengah lautan kemungkinan, seseorang yang memahami minat, nilai, dan kepribadian mereka. (*)

Editor : Riana M.
#dictionary #istilah #surga #Idiom #cocok #Match made in heave #hubungan asmara #dua hal #hubungan #relationship #makna #Gen Z #pasangan #generasi z