Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Dr Aisah Dahlan Bagikan Tips Menegur dengan Teknik 'Good Cop Bad Cop', Simak Penjelasan Lengkapnya

Davita Dyah Ayu • Rabu, 11 Desember 2024 | 15:35 WIB
Dr. Aisah Dahlan Bagikan Tips Menegur (Youtube RANS Entertainment)
Dr. Aisah Dahlan Bagikan Tips Menegur (Youtube RANS Entertainment)

Jawa Pos Radar Lawu -  Menegur dan melarang anak adalah bagian penting dari mendidik dan membentuk karakter mereka.

Tindakan ini membantu anak memahami norma, batasan, dan nilai yang berlaku di lingkungan mereka serta mengoreksi perilaku yang tidak sesuai.

Namun, penyampaian yang salah dapat membuat anak berlawanan, tertekan, atau bahkan tidak percaya diri.

Sebagai orang tua atau pengasuh, penting untuk memahami bahwa teguran yang disampaikan dengan nada kasar atau ancaman hanya akan menciptakan jarak emosional antara anak dan orang tua mereka.

Oleh karena itu, agar pesan yang ingin disampaikan diterima dengan baik, pendekatan yang bijak, penuh empati, dan tetap tegas diperlukan.

Selain memberi teguran, pujian juga sangat memengaruhi pembentukan karakter anak.

Dr Aisah Dahlan mengatakan menegur dan memuji anak adalah seni yang membutuhkan kepekaan dan kecermatan dan bukanlah sekadar tugas yang dapat diselesaikan dengan rumus.

Pola pikir, kepercayaan diri, dan perilaku anak akan dipengaruhi oleh cara orang tua memberikan pujian dan teguran.

Oleh karena itu, diperlukan keseimbangan antara tegas dan ramah sehingga anak dapat memahami batasan tanpa tertekan dan merasa dihargai atas setiap pencapaiannya.

Dikutip dari channel youtube rans entertainment dr. Aisah Dahlan bagikan  tips menegur anak sebaiknya dilakukan dengan strategi yang cerdas, salah satunya melalui metode "good cop, bad cop".

Konsep ini mengajarkan bahwa tidak perlu kedua orang tua secara bersamaan menegur atau memarahi anak.

Baca Juga: Mengunjungi Stonehenge Jogja: Rute dan Tips Lengkap untuk Wisatawan

Sebaliknya, salah satu orang tua bertindak sebagai pihak yang tegas (bad cop), sementara yang lainnya mengambil peran yang lebih tenang dan suportif (good cop).

Misalnya, jika ibu sedang menegur anak, ayah sebaiknya bersikap lebih tenang dan memberikan dukungan kepada anak setelah teguran selesai.

Sebaliknya, jika ayah yang menegur, ibu bisa mengambil peran sebagai pihak yang memberikan pengertian dan dukungan.

Metode ini dimaksudkan agar anak tidak memanfaatkan situasi orang tua. Anak-anak lebih mampu "membaca" karakter orang tua mereka daripada orang lain.

Jika mereka menyadari bahwa ada salah satu pihak yang lebih lembut atau tidak pernah marah, mereka mungkin akan berusaha memanfaatkan situasi tersebut.

Oleh karena itu, penting bagi ayah dan ibu untuk saling bergantian dalam peran "good cop" dan "bad cop".

Dengan demikian, anak akan belajar bahwa kedua orang tua sama-sama memiliki otoritas dan batasan yang jelas.

Metode ini tidak hanya efektif dalam mendisiplinkan anak, menurut dr. Aisah Dahlan, tetapi juga membantu anak belajar bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi.

Karena mereka tidak perlu memarahi anak sekaligus, pendekatan ini membantu orang tua mengatur emosi mereka.

Dengan cara ini, anak tidak hanya dididik untuk mematuhi aturan, tetapi juga untuk memahami alasan di balik aturan tersebut.

Pada akhirnya, pengasuhan bukanlah soal siapa yang lebih keras atau siapa yang lebih lembut. Yang terpenting adalah bagaimana orang tua bisa bekerja sama dalam membentuk karakter anak dengan cara yang bijak.

Melalui strategi "good cop, bad cop" ini, anak tidak hanya belajar disiplin, tetapi juga merasa bahwa ia memiliki dukungan dari kedua orang tua. (*)

Editor : Riana M.
#Good Cop Bad Cop #melarang #parenting #tips #menegur #Menegur anak #tips parenting #pola asuh #dr aisah dahlan