Jawa Pos Radar Lawu - Badan Pusan Satatistik (BPS) mencatat per Februari 2024, sebanyak 3.618.300 kelompok Gen Z usia 15-24 tahun merupakan pengangguran.
Apabila diperinci, kelompok usia 15-19 tahun yang menganggur sebanyak 1.034.119 orang, usia 20-24 sebanyak 2.584.181 orang.
Gen Z atau mereka yang lahir di rentang tahun 1997-2012 mulai memasuki dunia kerja di tengah puncak pandemi COVID-19.
Kondisi yang berbeda dengan generasi sebelumnya ini membuat para Gen Z kesulitan mencari pekerjaan karena selain keadaan ekonomi dunia yang tidak menentu, persaingan dunia kerja semakin ketat.
Hal ini menimbulkan menimbulkan sebuah pertanyaan besar, apakah benar Gen Z lebih sulit mendapatkan pekerjaan?
Tantangan Utama Gen Z dalam Dunia Kerja
Dilansir dari Euro News, banyak dari Gen Z yang mengaku sulit mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah dan sulit bagi mereka untuk menyesuaikan diri dengen dunia kerja.
Ditambah kondisi ekonomi global yang tidak menentu membuat pasar tenaga kerja nampak suram bagi para Gen Z yang sudah mulai memasuki dunia kerja.
Lain hal itu, banyak Perusahaan yang ragu untuk mempekerjakan Gen Z. Hal ini berdasarkan laporan terbaru Intelligent, platform konsultasi pendidikan dan karier.
Laporan ini didasarkan pada survey yang dilakukan terhadap hampir 1.000 manajer perekrutan. Setidaknya, satu dari enam perusahaan enggan merekrut Gen Z.
Alasannya karena reputasi Gen Z yang dinilai merasa dirinya hebat dan mudah tersinggung.
Alsannya lainnya karena Gen Z dianggap tidak memiliki etos kerja yang baik, kurang komunikatif, kurang mampu menerima feedback dan tidak siap menghadapi tuntutan di dunia kerja.
Penyebab Gen Z Susah Dapat Kerja
Dosen senior di Haas School of Business di University of California, Berkeley, Holly Schroth, mengungkapkan bahwa ketika Gen Z berada dalam lingkungan studi (sekolah atau universitas), mereka terlalu fokus pada kegiatan ekstrakurikuler untuk meningkatkan daya saing mereka alih-alih mencari skill atau mendapatkan pengalaman kerja.
Hal inilah yang menjadi penyebab mengapa Gen Z kesulitan untuk menghadapi persaingan di dunia professional.
"Mereka (Gen Z) tidak mengetahui keterampilan dasar untuk berinteraksi sosial dengan pelanggan, klien, dan rekan kerja, maupun etika di tempat kerja," terang Schroth.
Penyebab lain mengapa Gen Z kesulitan mencari pekerjaan adalah kurangnya keterampilan relevan yang dimiliki Gen Z dengan kebutuhan dunia kerja saat ini, belum lagi mereka harus menghadapi persaingan yang ketat di dunia professional.
Minimnya pengalaman kerja juga membuat Gen Z kesulitan untuk menyesuaikan diri. Selain itu ekspektasi yang tidak realistis tentang jenis pekerjaan, gaji, dan kondisi kerja kerap menjadi hambatan besar bagi Gen Z dalam mencari pekerjaan. (*)
Editor : Riana M.