Jawa Pos Radar Lawu - Baru-baru ini muncul terkait Gen Beta, yakni generasi yang lahir mulai tahun 2025 nanti.
Kita mengenal istilah-istilah pengelompokan generasi seperti baby boomer, Gen X atau milenial, Gen Z, Gen Alpha dan yang terbaru adalah Gen Beta
Nah sebenarnya siapa sih yang pertama kali mempopulerkan pengelompokan generasi ini? dan bagaimana asal usulnya?
Mengutip dari narasi.tv, pada 2006 lalu Mark McCrindle seorang peneliti dan konsultan bidang demografi asal Australia mendirikan McCrindle.
Yakni sebuah lembaga riset yang menyediakan layanan analisis dan konsultasi data berdasarkan demografi.
Mccrindle ini membagi setiap generasi dalam rentan 5 sampai 20 tahun dengan menganalisis ciri khas, karakter dan kecenderungan setiap generasi.
Hal ini dilakukan untuk memberikan wawasan kepada kliennya bagaimana setiap generasi memiliki sikap dan tindakan yang berbeda-beda.
Yang mana data tersebut nantinya akan menjadi referensi untuk mengambil keputusan, misalnya untuk meningkatkan jumlah konsumen.
Pengelompokan generasi saat ini semakin populer dan akhirnya sering digunakan untuk kepentingan sosial ekonomi.
Badan Pusat Statistik yang menghitung jumlah penduduk sekarang ikut-ikutan merujuk pada label generasi.
Hingga akhirnya banyak pejabat yang merujuk label generasi untuk membuat suatu kebijakan.
Namun sebetulnya pengelompokan generasi menurut tahun kelahiran ini memiliki banyak versi dan tidak semua pihak menggunakan pengelompokan generasi menurut McCrindle.
Nah, berikut ini pengelompokan generasi yang dibuat oleh McCrindle:
The Builders (lahir >1946)
Sesuai dengan namanya, generasi ini menggambarkan generasi yang membangun banyak hal untuk mempersiapkan kenyamanan hidup bagi masyarakat setelahnya.
The Builders banyak membangun daerah perkotaan, lembaga, hingga infrastruktur yang terus berkembang hingga saat ini.
Baby Boomers (lahir 1946-1964)
Istilah baby boomers muncul setelah terjadinya perang dunia II, yang pada saat itu angka kelahiran di Amerika berkembang cukup tinggi setelah para tentara pulang ke rumahnya.
Melonjaknya populasi ini menyebabkan perkembangan ekonomi, perumahan hingga kebutuhan infrastruktur yang meningkat.
Istilah baby boomers muncul pertama kali di koran Washington Post tahun 1977 dalam sebuah artikel yang membahas masa depan ekonomi dunia.
Generasi X (lahir 1965-1979)
Gen X diduga pertama muncul melalui esai foto seorang jurnalis perang bernama Robert Capa pada tahun 1953.
Ia mewawancarai sekelompok anak muda tentang trauma setelah perang dunia II.
Istilah ini kemudian populer setelah ditulis dalam novel “Generation X:Tales For An Accelerated Culture” oleh Douglas Coupland tahun 1991.
Baca Juga: Nonton Film Rumah Dinas Bapak Full Movie HD, diambil dari Kisah Nyata Dodit Mulyanto
Novel ini membahas mengenai anti-kemapanan dan pembangkangan masyarakat yang lahir pada tahun 1960an.
Generasi Y/Milenial (lahir 1980-1994)
Istilah Gen Y meneruskan abjad dari gen sebelumnya yakni Gen X. Sedangkan milenial dipopulerkan oleh William Strauss dan Neil Howe melalui buku ‘Generations: The History of America's Future, 1584 to 2069’.
Orang yang terlahir sebagai gen Y dianggap memiliki kepedulian terhadap isu sosial dan mendukung perubahan yang progresif.
Gen Z (Lahir 1995-2009)
Sama seperti generasi sebelumnya, istilah Gen Z meneruskan abjad dari gen Y
Nah, Gen Z adalah generasi yang tumbuh dengan kemajuan teknologi sehingga sering dianggap cerdas, peduli terhadap pendidikan, dan ingin memiliki pekerjaan yang baik.
Generasi Alpha (lahir 2010-2024)
Generasi ini dipopulerkan oleh McCrindle melalui buku ‘The ABC of XYZ’ sehingga kemudian istilah ini populer di seluruh dunia.
Pandemi Covid-19 yang menyebabkan seluruh manusia harus beradaptasi dengan aktivitas daring melalui smartphone dianggap sebagai salah satu faktor yang membentuk karakter pada gen Alpha.
Generasi Beta (2025-2039)
McCrindle memprediksi anak-anak generasi ini akan lebih suka dengan teknologi, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan akan lebih toleran terhadap perbedaan sehingga cepat menerima perubahan. (kid)
Editor : Nur Wachid