Jawa Pos Radar Lawu - Pernyataan Prilly Latuconsina yang sempat viral di X twitter beberapa minggu lalu mengenai banyaknya perempuan independen di Indonesia, namun sedikitnya laki-laki yang mapan, kini kembali menjadi perbincangan di TikTok.
Pada 16 November 2024, akun X @999o7i membagikan video Prilly yang mengangkat isu tentang perempuan independen di Indonesia.
Menurut Prilly, di Indonesia terdapat banyak perempuan yang mandiri, pekerja keras, dan mampu mencukupi kebutuhan hidupnya sendiri.
Namun disisi lain, laki – laki yang mapan masih terbilang masih sedikit dibandingkan dengan perempuan independen.
Kini video tersebut tengah menjadi ramai lagi di TikTok hingga ditanggapi oleh beberapa tokoh influencer.
Bahkan seorang guru besar bernama Prof. Rhenald Kasali, Ph.D. turut berkomentar terkait fenomena ini.
Menurut Prof. Rhenald Kasali, gaji bagi sebagian laki-laki yang baru mulai bekerja paling sedikit di atas UMR kira-kira 4-6 juta.
Itu sama artinya dengan, jika perempuan ingin mendapatkan pasangan hidup yang mapan maka carilah pasangan yang usianya sudah 10 tahun di atasnya atau 15 tahun diatasnya.
Prof. Rhenald Kasali mengatakan bahwa salah satu alasan mengapa banyak orang tidak mau menikah adalah karena mereka ingin memiliki pasangan yang memiliki pendapatan yang stabil.
Baca Juga: Penggemar One Piece dan Tahi Lalats merapat, Honda BeAT Punya Kejutan!
Laki-laki merasa tanggung jawabnya semakin berat karena dia tidak hanya harus mencari uang untuk dirinya sendiri tetapi juga harus mencintai istrinya dan keluarganya.
Namun, seorang wanita dianggap cukup independen ketika dia dapat membayar dirinya sendiri.
“Saya menikah juga gaji saya tidak besar, tapi saya punya usaha yang sangat besar dalam diri saya, bukan pengusaha loh, tapi usaha saya effort saya itu besar sekali,” katanya
“Bagaimana saya bisa memperbaiki diri, mau sekolah lagi dan istri saya juga mau menerima kenyataan bahwa kita susah dulu,” tambahnya.
Prof. Rhenald Kasali menghimbau lebih baik susah dulu sama-sama berjuang diawal agar senang di kemudian hari.
“Susah sekarang senang kemudian, tapi kalau kita pengen dapatnya tiba-tiba yang sudah mapan, sudah senang, biasanya kemudian kita akan mendapatkan kesusahan di belakangnya,” ujarnya.
Jika seseorang memiliki standart mapan yang terlalu tinggi juga susah karena akan kesusahan mencari orang yang mencapai standar tinggi itu.
Hingga berita ini muncul, Prilly Latuconsina juga belum membuat klarifikasi atas viralnya video yang sudah beredar di media sosial. (*)
Editor : Riana M.