Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Rhenald Kasali Bongkar Rahasia Penyebab Mental Generasi Strawberry Rapuh, Tidak Terlepas dari Self Diagnosis, Ini Ulasan Lengkapnya!  

Ida Ayyu Balqis • Rabu, 4 Desember 2024 | 18:23 WIB
Rhenald Kasali menyampaikan pesan penting untuk generasi strawberry.
Rhenald Kasali menyampaikan pesan penting untuk generasi strawberry.

Jawa Pos Radar Lawu - Generasi strawberry sangat dekat dengan kemajuan teknologi dan media sosial.

Bagi generasi strawberry teknologi dan media sosial tidak hanya sebagai alat bantu namun sudah menjadi kebutuhan hidup sehari-hari mereka.

Dengan aktivitas media sosial generasi strawberry yang kontinu setiap harinya tentu memiliki dampak negatif maupun positif bagi mereka, salah satunya dampak negatifnya adalah self diagnosis.

Menurut Rhenald Kasali penulis buku generasi strawberry, self diagnosis ini lahir akibat penggunaan media sosial yang berlebihan dan kurangnya literasi dikalangan generasi muda.

Self Diagnosis, Apa Itu?

Self diagnosis merupakan tindakan mendiagnosis diri sendiri mengenai suatu penyakit dan gangguan berdasarkan pengetahuan yang mereka dapatkan secara mandiri.

Self diagnosis ini bisa dilakukan melalui membaca informasi di internet, konten singkat di media sosial atau melalui informasi yang dibagikan teman dan keluarga.

Orang yang sering mendiagnosis diri sendiri akan beresiko mengalami salah diagnosis. Informasi dari internet atau media sosial seringkali tidak akurat dan kurang mendalam.

Contoh akibatnya bisa kita lihat pada anak-anak muda yang sering menganggap dirinya mengalami depresi atau kecemasan padahal sebenarnya mereka hanya mengalami stres sementara.

Kemudian hal tersebut mereka bagikan melalui postingan status dan konten di media sosial pribadinya. Seolah-olah mereka memiliki masalah kesehatan mental yang serius padahal mereka mendiagnosis diri sendiri tanpa berkonsultasi psikolog ataupun psikiater.

Baca Juga: Rute Lengkap dan Tips Berkunjung ke Gokart Kids Fun Jogja, Wajib Tahu Sebelum Berkunjung!

Self diagnosis tersebut akhirnya merasuk dan mereka percayai hingga mengakibatkan kondisi yang lebih serius.

Jika awalnya hanya stres ringan namun karena mereka melakukan self diagnosis mereka merasa lebih cemas karena salah memahami kondisi mentalnya.

Ketika generasi muda mempercayai self diagnosis, sikap yang mereka ambil adalah mengabaikan pentingnya konsultasi dengan dokter atau psikolog.

Hal ini dikarenakan minimnya literasi yang mereka dapatkan, stigma buruk mengenai orang yang memiliki gangguan kesehatan mental dan kurangnya dukungan dari orang tua dan lingkungan.

Dari perilaku self diagnosis yang berawal dari informasi di internet generasi muda kemudian juga mencari solusi instan yang mereka dapatkan dari informasi di internet juga.

Misalkan mengkonsumsi suplemen atau melakukan metode pengobatan mandiri yang tidak akurat sehingga memperburuk kondisi kesehatan mental generasi muda.

Bagi orang tua yang memiliki anak remaja perlu melakukan pendekatan agar anak mau terbuka mengenai kondisi mental mereka tanpa merasa tertekan.

Orang tua bisa memulai dengan mengajak anak bercerita kesehariannya untuk mencari tahu apa yang mungkin akan menjadi pemicu gangguan mental.

Dengan pendekatan yang tepat, generasi strawberry dapat lebih bijak dalam menghadapi masalah kesehatan mental mereka tanpa terjebak dalam jebakan self-diagnosis. (kid)

Editor : Nur Wachid
#penyebab #generasi strawberry #parenting #rapuh #fenomena #mental #rhenald kasali #pola asuh #self diagnosis