Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Cemas Berlebihan Soal Uang? Waspada Fenomena Money Dysmorpia Menghantui Gen Z

Davita Dyah Ayu • Rabu, 4 Desember 2024 | 04:30 WIB
Ilustrasi  Fenomena money dysmorphia
Ilustrasi Fenomena money dysmorphia

Jawa Pos Radar Lawu - Fenomena money dysmorphia menjadi trend saat ini.

Fenomena money dysmorphia disebabkan adanya pengaruh media sosial yang semakin mendominasi, perbincangan tentang inflasi, ketidakpastian, dan budaya perbandingan yang tak ada habisnya. Hal tersebut menciptakan tekanan yang nyata, terutama bagi generasi Z.

Money dysmorphia adalah kondisi dimana seseorang memiliki pandangan yang tidak realistis terhadap keuanganya.

Meskipun secara objektif kondisi finansial mereka stabil, perasaan “selalu kurang” terus menghantui.

Pada kondisi ini, kebutuhan untuk “merasa cukup” tidak pernah terpenuhi, menciptakan tekanan mental yang signifikan.

Menurut Verywell Mind, money dysmorphhia dipicu oleh kecemasan finansial yang berakar pada pengalaman buruk di masa lalu atau kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain di media sosial.

Money dysmorphia tidak hanya menyerang mereka yang berpenghasilan rendah. Bahkan orang-orang dngan kekayaan berlimpah dapat terjebak dalam kondisi ini.

Ketakutan yang berlebihan terhadap kehilangan uang dapat mendorong mereka membuat keputusan yang tidak logis, seperti menahan diri untuk berinvestasi atau menghindari pengeluaran yang sebenarnya diperlukan.

Tanda-tanda Money Dysmorphia

  1. Selalu merasa kurang
  2. Overthinking tentang keuangan
  3. Tekanan untuk selalu memenuhi standar sosial
  4. Membandingkan diri dengan pencapaian orang lain
  5. Menyembunyikan masalah finansial

Dampak Money Dysmorphia

1. Kesehatan mental terganggu

Baca Juga: Mengenal Narsistic Parenting, Pola Asuh yang Sering Tidak Disadari Orang Tua, Kenali Ciri dan Dampaknya 

Perasaan tidak cukup dapat memicu kecemasan dan depresi. Tekanan untuk mencapai standar keuangan tertentu dapat menyebabkan stress kronis. Hal ini juga dapat menurunkan kepercayaan diri dalam berbagai aspek kehidupan.

2. Pengambilan keputusan finansial yang buruk

Untuk mengatasi perasaan tidak puas, kadang melakukan pembelian implusif yang tidak sesuai dengan anggaran. Upaya untuk mengejargaya hidup tertentu dapat menyebabkan utang yang menumpuk yang sulit dilunasi. Hal ini membuat kesulitn menabung untuk masa depan.

3. Hubungan sosisal terganggu

Rasa malu atau minder yang disebabkan masalah ini dapat membuat seseorang menghindari interaksi sosial. selain itu perbedaan pandangan tentang keuangan dapat menyebabkan konflik dalam hubungan dengan keluarga atau teman.

4. Produktivitas menurun

Kecemasan berlebih tentang keuangan dapa mengganggu konsentrasi dan produktivitas dalam bekerja atau belajar.

Money dysmorphia bukan hanya soal uang, melainkan tentang bagaimana kita melihat diri sendiri dalam dunia yang dipenuhi tekanan sosial.

Dengan langkah yang tepat, Gen Z bisa memulihkan kontrol atas hidup finansial dan menikmati hasil jerih payah tanpa rasa khawatir yang berlebihan. (*)

Editor : Riana M.
#kesehatan mental #gejala #Hubungan Sosial #Money dysmorphia #fenomena #terganggu #Tanda-tanda #uang #Gen Z #overthinking #kecemasan #media sosial