Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Mengenal Narsistic Parenting, Pola Asuh yang Sering Tidak Disadari Orang Tua, Kenali Ciri dan Dampaknya 

Lailatul Fadhila Hikma • Rabu, 4 Desember 2024 | 02:56 WIB
Narsistic Parenting.
Narsistic Parenting.

Jawa Pos Radar Lawu - Istilah narsis sering kali dikaitkan dengan seseorang yang gemar mengupload foto atau video tentang dirinya di media sosial atau sikap terlalu bangga pada diri sendiri. Namun, ternyata hal ini bukanlah bagian dari sifat narsistik.

Narsistik atau narsisme adalah kondisi psikologis yang ditandai dengan kecenderungan untuk memuja diri sendiri. Hal ini sering kali disertai dengan perasaan superioritas dan kebutuhan akan pengakuan dari orang lain.

Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, termasuk orang tua. Fenomena ini kemudian melahirkan istilah "narsistic parenting," yang merujuk pada pola asuh di mana orang tua memandang anak sebagai perpanjangan dari diri mereka sendiri, alih-alih menghargai anak sebagai individu yang mandiri.

Dalam situasi ini, anak-anak sering kali merasa tertekan ketika harus memenuhi harapan tinggi orang tua.

Ini sejatinya mencerminkan ambisi pribadi orang tua itu sendiri alih-alih anak bertindak sesuai potensi atau keinginan mereka sendiri.

Fenomena ini dapat menciptakan ketegangan dalam hubungan antara orang tua dan anak, serta menghambat perkembangan pribadi anak.

Ciri-Ciri Narsistic Parenting

Meski sulit diamati secara langsung, narsistic parenting sering kali memiliki karakteristik berikut: 

1. Orang Tua Hanya Fokus pada Pencapaian Anak

Pola asuh ini membuat orang tua menilai anak dari seberapa baik mereka memenuhi ekspektasi pribadinya, seperti prestasi akademik, olahraga, karir, dll.

2. Minimnya Empati terhadap Anak

Gaya parenting ini membuat orang tua lebih mementingkan hasil daripada proses, akibatnya kebutuhan emosional anak kerap terabaikan.

3. Dorongan untuk Validasi Sosial

Orang tua dengan pola asus ini akan merasa bangga ketika anak mereka diapresiasi orang lain. Maka tidak heran mereka sering kali menggunakan pencapaian anak sebagai alat untuk meningkatkan status sosial mereka sendiri.

Dampak dari Narsistik Parenting

Dampak dari narsistik parenting terhadap anak dapat terlihat dalam berbagai aspek.

Salah satu dampak yang paling mencolok adalah munculnya perfeksionisme pada anak.

Anak yang dibesarkan dalam lingkungan ini sering kali merasa bahwa hanya dengan mencapai kesempurnaanlah mereka dapat diterima dan dicintai oleh orang tuanya.

Pola pikir ini yang kemudian memicu stres dan kecemasan yang mendalam pad anak, terutama saat mereka merasa tidak mampu memenuhi ekspektasi orang tua mereka.

Dampak lain yang akan dialami anak secara langsung adalah krisis identitas. Mereka akan kesulitan mengenali siapa diri mereka sebenarnya, karena merek tumbuh dengan keyakinan bahwa nilai diri mereka hanya ditentukan oleh pencapaian dan keberhasilan, bukan oleh karakter atau kepribadian mereka. (kid)

Editor : Nur Wachid
#Adalah #ciri #dampak #Apa Itu #Narsistic Parenting #anak #generasi #pola asuh