Jawa Pos Radar Lawu - Generasi beta menjadi bagian dari perkembangan manusia yang memiliki karakteristik menyesuaikan perkembangan zaman.
Menurut Mark McCrindle, seorang peneliti sosial, setiap generasi baru biasanya didefinisikan dalam rentang waktu 15-20 tahun, termasuk gen alpa dan generasi beta yang paling baru.
Setiap generasi ada penamaan agar mempermudah pengorganisasian sejarah dan membantu memahami perbedaan lintas generasi dan merancang masa depan.
Generasi beta, yang akan lahir antara tahun 2025 hingga 2039, merupakan kelanjutan dari Gen Alpha.
Penamaan Generasi beta diambil dari abjad Yunani, ini mencerminkan pendekatan ilmiah di dunia yang semakin digital, beragam dan penuh dinamika, mencerminkan nilai-nilai masyarakat modern.
Sebagai anak-anak dari generasi milenial dan gen Z, generasi beta diperkirakan menjadi kelompok yang paling terintegrasi dengan teknologi.
Berdasarkan laporan dari Kidscreen, mereka akan hidup dengan perangkat digital yang jauh lebih canggih, seperti teknologi pintar dan kecerdasan buatan (AI).
Interaksi tersebut akan mempengaruhi kehidupan sehari-hari, seperti membentuk pola pikir, keterampilan, dan cara mereka memahami dunia sejak dini.
Prediksi Karakteristik Generasi Beta
1. Ketergantungan pada teknologi
Generasi beta diprediksi menjadi generasi yang paling bergantung pada teknologi.
Kehadiran AI, robotika, dan perangkat pintar, mereka akan menggunakan teknologi sebagai alat utama dalam belajar, bekerja, hingga bersosialisasi.
2. Keterbukaan terhadap keberagaman
Generasi beta akan tumbuh di dunia yang lebih inklusif, dimana perbedaan, budaya, etnis, dan cara berpikir diterima dengan lebih terbuka.
3. Adaptif dan inovatif
Dengan perubahan yang cepat, generasi beta diprediksi memiliki kemampuan adaptasi tinggi.
Mereka akan memanfaatkan teknologi untuk berinovasi dan menyelesaikan tantangan global secara kreatif.
4. Tantangan mental dan sosial
Kemajuan teknologi juga membawa risiko. Generasi beta menghadapi tantangan seperti kecanduan teknologi, tekanan dari media sosial, serta dampak isu global seperti perubahan iklim dan ketimpangan ekonomi.
Meski prediksi tentang Generasi Beta bersifat spekulatif, ada kepastian bahwa mereka akan tumbuh di era yang berbeda secara fundamental dari generasi sebelumnya.
Kemajuan teknologi, tantangan lingkungan, dan perubahan sosial-ekonomi global akan membentuk identitas mereka.
Generasi Beta akan membawa dinamika baru di dunia yang terus berubah. Meski akan menghadapi tantangan besar, mereka juga memiliki peluang untuk menjadi generasi inovatif yang mampu menjawab kebutuhan zaman. (kid)
Editor : Nur Wachid