Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Ortu Gen Z Punya Gentle Parenting, Milenial Structured Parenting, Mana yang Lebih Efektif? Simak Penjelasan Pola Asuh Dua Generasi Ini

Nur Wachid • Selasa, 26 November 2024 | 23:00 WIB

Gentle Parenting ala ortu dari kalangan Gen Z vs Structured Parenting ala milenial.
Gentle Parenting ala ortu dari kalangan Gen Z vs Structured Parenting ala milenial.

Jawa Pos Radar Lawu - Seiring dengan perkembangan zaman, gaya parenting atau pola asuh terus berubah. Dua generasi yang kini mendominasi peran sebagai orang tua (ortu) , yakni Gen Z dan milenial, ternyata memiliki pendekatan yang berbeda dalam menerapkan parenting kepada anak-anak mereka.

Seperti, ortu dari kalangan Gen Z mereka lebih memilih gaya parenting dengan konsep gentle parenting. Ini menekankan pada empati dan komunikasi terbuka pada anak.

Di sisi lain, ortu dari generasi milenial cenderung mengandalkan gaya parenting dengan konsep structured parenting. Konsep yang lebih berfokus pada kedisiplinan dan terorganisir.

Lantas, antara gentle parenting atau structured parenting manakah yang lebih efektif untuk diterapkan di masa sekarang?

Gentle Parenting Ala Ortu Gen Z, Konsep Empati dan Koneksi Emosional

Gentle Parenting adalah gaya parenting yang menekankan pada pendekatan empati, komunikasi terbuka, dan pengertian terhadap kebutuhan anak.

Gaya parenting ala Gen Z ini berusaha membangun hubungan yang kuat antara orang tua dan anak, dengan memberikan ruang bagi anak untuk mengekspresikan perasaan mereka.

Mereka yang menerapkan gentle parenting berusaha untuk tidak menggunakan hukuman fisik atau verbal ketika anak melakukan kesalahan, namun lebih kepada pendekatan positif yang mengedepankan diskusi dan pemahaman akan kesalahan yang diperbuat sang anak.

Salah satu alasan mengapa gentle Konsep banyak disukai karena dirasa selaras dengan kebutuhan anak-anak zaman, di mana isu kesehatan mental kini menjadi perhatian khusus.

Keunggulan dari gaya parenting ini adalah Anak-anak akan merasa lebih dihargai dan percaya diri untuk berbicara tentang perasaan mereka, terutama kepada kedua orang tuanya.

Namun, kelemahan dari gentle parenting ini ialah tantangan dalam menjaga konsistensi. Butuh banyak waktu dan kesabaran ekstra untuk menerapkan pola asuh ini dengan efektif.

Sehingga mereka yang menerapkan gaya parenting ini seringkali merasa gagal dalam merawat anak apabila di kemudian hari, anak tidak bisa terbuka dengan orang tua.

Structured Parenting, Konsep Rutinitas dan Harapan yang Jelas

Berbeda dengan Gen Z, ortu dari kalangan generasi milenial cenderung mengutamakan struktur dan rutinitas dalam pengasuhan anak, disebut structured parenting. 

Hal yang mereka percaya bahwa disiplin dan aturan yang jelas adalah kunci untuk membentuk karakter anak yang tangguh dan mandiri.

Ini bisa jadi sebuah gaya parenting turun-temurun yang dahulu diterapkan orangtua kepadanya.

Structured parenting ini biasanya melibatkan jadwal teratur untuk aktivitas sehari-hari, mulai dari waktu belajar hingga jam bermain

Misalnya, menjadwalkan waktu makan bersama setiap hari, sehingga dapat memperkuat koneksi keluarga sambil memberikan rutinitas yang dibutuhkan anak.

Atau memberikan batasan waktu bermain anak, sehingga anak dapat melakukan kegiatan lain yang lebih positif.

Pendekatan ini juga memungkinkan orang tua untuk tetap memberikan kasih sayang dan empati tanpa kehilangan diri mereka sendiri dalam proses pengasuhan.

Structured parenting ini juga sering kali menggunakan sistem hadiah untuk memberikan motivasi pada anak.

Meski begitu, structured parenting kerap dikritik karena dianggap kurang fleksibel dan berisiko membuat anak terlalu bergantung pada aturan.

Baca Juga: Belajar dari Kasus Ivan Sugianto, Penjelasan Rhenald Kasali Soal Strawberry Parents, Apa Itu? Jangan Biarkan Mental Anak Lembek 

Gentle Parenting dan Structured Parenting Mana yang Lebih Efektif?

Kedua pendekatan ini memiliki keunggulannya masing-masing. Gentle parenting lebih cocok diterapkan untuk anak-anak yang membutuhkan dukungan emosional ekstra.

Sementara structured parenting lebih efektif diterapkan untuk menciptakan lingkungan yang disiplin, kestabilan dan pola kehidupan yang lebih terorganisir.

Kesimpulannya, tidak ada gaya parenting yang dianggap lebih baik secara mutlak. Orang tua dapat memilih atau bahkan menggabungkan kedua pendekatan ini (gentle parenting dan structured parenting) sesuai dengan kebutuhan anak dan situasi keluarga. (dhila-mg-iain/kid)

Editor : Nur Wachid
#Gentle #milenial #parenting #Ortu #structured #Gen Z #generasi #pola asuh #orang tua