Jawa Pos Radar Lawu - Setelah berjuang selama tujuh tahun untuk hak asuh anak-anaknya dari mantan suami, Atalarik Syah, Tsania Marwa kini memutuskan untuk menghentikan perjuangan panjangnya tersebut.
Meski telah memenangkan hak asuh sejak tahun 2017, Tsania mengungkap bahwa ia tak pernah bisa benar-benar bersama kedua buah hatinya.
Keputusan besar ini, seperti yang diutarakan Tsania, dilandasi oleh kepentingan terbaik bagi anak-anaknya.
"Yang aku lihat karena semakin aku mencoba keras untuk mengambil anak-anakku, dampaknya akan ke anak-anak juga, itu yang membuat aku stop," ucapnya.
Tsania juga mengakui bahwa usia anak-anaknya yang masih di bawah 10 tahun menjadi pertimbangan penting.
"Aku melihat ya anak-anak itu masih kecil," tambahnya.
Wanita berusia 30 tahun ini tidak ingin egonya menjadi beban bagi kondisi mental anak-anaknya.
"Dan aku menganggap kalau aku masih terus meneruskan eksekusi itu, berarti aku hanya mementingkan ego aku aja. Tapi tidak mementingkan mental mereka," jelas Tsania.
Dengan keputusannya untuk menyerah, Tsania menyatakan bahwa ia juga tidak memiliki niat untuk melanjutkan proses hukum atau melaporkan Atalarik Syah. Kini, ia memilih untuk menunggu hingga anak-anaknya siap bertemu.
"Nggak, nggak ada. Maksudnya ngelaporin bapaknya gitu kan? Nggak, nggak ada," kata Tsania tegas.
"Aku udah di tahap yang menunggu aja kapan anakku mau ketemu aku, hayuk sini umi siap menyambut kalian," tambahnya lagi.
Setelah mendapatkan gelar magister, Tsania menganggap ini sebagai titik balik dalam hidupnya dan berencana untuk memulai babak baru sembari tetap berharap membuat anak-anaknya bangga.
"Insya Allah udah legowo," ujarnya.
"Apalagi hari ini jadi titik balik juga, aku mendapat satu gelar baru yang sangat aku syukuri dan bisa membuat kedua anakku bangga," tandasnya dengan penuh harapan. (okta)
Editor : Riana M.