Jawa Pos Radar Lawu – Betrand Peto mengungkapkan harapannya agar sang ibu, Sarwendah, tidak terburu-buru menjalin hubungan baru atau menikah lagi setelah perpisahannya dengan Ruben Onsu.
Dalam pernyataan yang belum lama ini beredar, Betrand mengatakan bahwa ia belum siap jika Sarwendah memiliki pasangan baru, suatu perasaan yang Sarwendah akui cukup dipahami mengingat luka emosional yang mungkin masih dirasakan oleh anak-anaknya.
"Ya ketika baru aja berpisah terus ditanya orang gitu (pacar), mana ada anak yang bolehin," kata Sarwendah saat diwawancara awak media di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Selasa (29/10/2024).
Tak hanya itu, ia pun maklum dengan permintaan Betrand, menyebut bahwa anak-anak membutuhkan waktu untuk menyembuhkan hati mereka dan menerima kenyataan yang baru.
"Pasti kan butuh waktu mereka untuk menyembuhkan hati dulu, butuh waktu semuanya berjalan lagi," tambahnya.
Sarwendah turut mengaku bahwa pernyataan Betrand tersebut tidak disampaikan langsung kepadanya, melainkan diketahui lewat video wawancara yang beredar.
"Nggak ada, aku denger dari situ (wawancara) aja. Aku jadi oh ya udah jadi tahu masih ada luka, atau masih ada rasa kehilangan ya," ujar Sarwendah sambil mengungkapkan bahwa ia menyadari anak-anaknya masih menyimpan perasaan kehilangan dan trauma setelah perpisahan.
Meski tidak bisa memenuhi harapan anak-anaknya untuk melihat keluarga tetap utuh, Sarwendah melihat bahwa Betrand dan saudara-saudaranya cukup mengerti situasi ini.
Terutama sebagai anak tertua, Betrand atau yang akrab dipanggil Onyo, disebut Sarwendah sebagai sosok yang paling mengerti dan menerima keadaan ini.
"Karena kan, pasti anak-anak maunya semua utuh kan ya, tapi kan semua nggak bisa berjalan sesuai keinginan. Mereka juga bisa mengerti kondisinya seperti apa," jelas Sarwendah.
"Apalagi kan Onyo yang paling gede, jadi dia lebih mengerti ya nggak ada yang harus dipaksakan juga," ungkap Sarwendah, menambahkan bahwa kesabaran dan pemahaman dari Betrand membuatnya merasa terbantu dalam menghadapi masa sulit ini. (okta)
Editor : Riana M.