Jawa Pos Radar Lawu – Nama Yanti, seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Taiwan, kembali mencuat setelah video berdurasi 1 menit 49 detik viral di media sosial, beberapa video di akun tiktoknya juga terlihat dengan seorang pria, dia menuliskan caption juragan.
Video tersebut menampilkan aksi Yanti dalam sebuah siaran langsung di TikTok, di mana ia menerima hadiah virtual berupa ikon ikan paus senilai 2.150 koin, atau setara dengan Rp 537.500.
Namun, bukan hanya hadiah tersebut yang menjadi perhatian, melainkan interaksi dan aksinya selama live yang mengundang berbagai reaksi netizen.
Banyak warganet mempertanyakan etika dari siaran langsung tersebut. Aksi Yanti dianggap kontroversial dan menimbulkan perdebatan di kolom komentar.
Beberapa orang menganggap tindakannya sebagai sesuatu yang tidak pantas, terutama bagi seseorang yang bekerja sebagai TKW.
Bahkan, ada yang mengatakan bahwa hal ini dapat merusak citra para pekerja migran lainnya yang berjuang di luar negeri.
Namun, tak sedikit juga netizen yang membela Yanti. Mereka berargumen bahwa menerima hadiah virtual di TikTok hal yang wajar bagi seorang kreator konten.
Yanti hanya memanfaatkan platform yang ada untuk mendapatkan penghasilan, sama seperti kreator lainnya di TikTok.
Hadiah virtual ini, yang bisa ditukarkan dengan uang tunai, menjadi sumber pemasukan sah bagi para streamer di platform tersebut.
Baca Juga: Tiga Polisi di Pacitan Dipecat Gegara Bolos Berbulan-bulan, Ini Penjelasan Kapolres Pacitan
"Namanya juga jualan, harus tahu marketing. Apa yang dilakukan Yanti mungkin hanya untuk menambah engagement di akun TikTok-nya," ujar seorang pengguna TikTok yang membela Yanti di kolom komentar.
Kontroversi ini menunjukkan betapa cepatnya sesuatu bisa menjadi viral di media sosial, dan bagaimana aksi-aksi kreator konten bisa menimbulkan perdebatan.
Hingga kini, video tersebut semakin diburu oleh netizen yang penasaran, meskipun banyak yang memperingatkan agar tidak menyebarkannya lebih jauh.
Klarifikasi dari Yanti dalam video viral 1 menit 49 detik juga masih ditunggu oleh sebagian besar publik yang mengikuti perkembangan berita ini. (kid)
Editor : Nur Wachid