Jawa Pos Radar Lawu - Ken Lai, seorang wirausahawan sukses yang telah berkecimpung dalam dunia industri AAA Games dan animasi premium selama lebih dari dua dekade.
Sosok yang kini dikenal sebagai CEO dari Brandoville Studios ini merupakan alumni University of Toronto dan Vancouver Film School, Kanada.
Pengalaman serta dedikasinya dalam dunia seni dan teknologi telah membuatnya menjadi salah satu tokoh terkemuka dalam bidang ini.
Setelah lulus dari University of Toronto pada tahun 2002, Ken Lai memulai kariernya di Electronic Arts (EA) Kanada, salah satu pengembang AAA Games terbesar di dunia.
Di sana, ia menjadi bagian dari tim yang memproduksi game-game ikonik seperti Medal of Honor: Heroes 2, The Sims 2: Pets, FIFA, NBA Live, dan Fight Night Champion.
Tidak hanya itu, Ken juga terlibat dalam pengembangan game Resident Evil: Operation Raccoon City dari Capcom, yang semakin memperkokoh reputasinya sebagai salah satu tokoh di balik layar game-game ternama.
Pada tahun 2011, Ken Lai memperluas jejak kariernya dengan mendirikan Lemon Sky Studios di Kuala Lumpur, Malaysia.
Kesuksesan Lemon Sky Studios mendorong Ken untuk membangun kembali prestasinya dengan mendirikan Brandoville Studios di Indonesia pada tahun 2018.
Brandoville Studios dikenal karena karyanya dalam berbagai proyek game populer, termasuk The Last of Us Part 1, Gears 5, Marvel Avengers, dan Final Fantasy VII Remake.
Baca Juga: Feng Shui China : Sejarah Singkat Feng Shui
Studio ini menjadi salah satu yang paling disegani di industri game art dan animasi di Asia Tenggara.
Selain Brandoville Studios, Ken Lai juga mendirikan Brandoville Academy, sebuah akademi yang fokus melatih para seniman dengan keterampilan tinggi di bidang animasi dan game.
Tujuan utama akademi ini adalah untuk membantu mengembangkan talenta kreatif di Indonesia dan sekitarnya agar mampu bersaing di tingkat global.
Namun, belakangan nama Ken Lai menjadi sorotan karena nama istrinya, Cherry Lai terseret dalam kasus dugaan bullying dan kekerasan di tempat kerja.
Isu ini mencuat setelah beberapa mantan karyawan Brandoville Studios menyuarakan pengalaman mereka di media sosial, termasuk dugaan keterlibatan istri Ken Lai, Cherry Lai, dalam kasus tersebut.
Kasus ini viral setelah beberapa unggahan di media sosial membahas tentang praktik kekerasan verbal dan fisik, serta manipulasi yang diduga terjadi di studio tersebut.
Hingga saat ini, Ken Lai maupun pihak Brandoville Studios belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan tersebut.
Namun, kasus ini telah memicu banyak perhatian dari publik, terutama di kalangan pekerja kreatif yang mengecam segala bentuk kekerasan di tempat kerja. (kid)
Editor : Nur Wachid