JAKARTA - Serial Gadis Kretek berhasil mencetak prestasi membanggakan bagi industri perfilman Indonesia.
Dalam ajang Seoul International Drama Awards (SDA) 2024, Gadis Kretek meraih penghargaan bergengsi dalam kategori Best Miniseries.
Kemenangan ini semakin mengukuhkan posisi Indonesia di panggung internasional sebagai salah satu negara dengan karya-karya unggulan.
Disutradarai oleh Kamila Andini dan Ifa Isfansyah, Gadis Kretek merupakan serial Netflix pertama yang diproduksi di Indonesia.
Serial ini diadaptasi dari novel karya Ratih Kumala dengan judul yang sama, yang menceritakan kisah cinta, sejarah, dan budaya Indonesia yang berlatar industri kretek.
Bersaing ketat dengan serial dari berbagai negara, seperti 3 Body Problem (Amerika Serikat), After the Party (Selandia Baru), dan tiga drama Korea populer, yaitu Daily Dose of Sunshine, Moving, serta The Worst of Evil.
Kemenangan Gadis Kretek menjadi bukti karya seni dan budaya lokal mampu bersaing di tingkat global.
Keberhasilan Gadis Kretek dalam meraih penghargaan internasional ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi industri hiburan Indonesia, tetapi juga membuktikan bahwa konten lokal memiliki potensi besar di pasar global.
Serial ini sempat masuk dalam daftar Top 10 Global Netflix untuk kategori tayangan non-bahasa Inggris, dengan total 1,6 juta penonton dalam satu minggu.
Penghargaan di SDA 2024 ini menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan sinema Indonesia menuju panggung internasional.
Semakin banyak karya-karya lokal yang berhasil menembus pasar global, semakin kuat pula apresiasi dunia terhadap kekayaan budaya dan kreativitas bangsa. (kid)
Editor : Nur Wachid