Jawa Pos Radar Lawu- Brandoville Studios, perusahaan animasi di Indonesia, tengah menjadi sorotan setelah ditutup pada Agustus 2024, lantaran muncul dugaan praktik bullying yang dilakukan oleh pemiliknya, Cherry Lai.
Beberapa mantan karyawan mengungkapkan perlakuan tak manusiawi yang mereka alami selama bekerja di bawah kepemimpinan Cherry, istri dari CEO Ken Lai.
Berikut beberapa fakta dugaan kasus Brandoville Studios yang menyeret CEO Cherry Lai:
Isu Bullying Diungkap Mantan Karyawan Brandoville Studios
Munculnya isu bullying ini diawali dari kesaksian para mantan karyawan yang viral di media sosial.
Beberapa di antaranya mengungkapkan perlakuan tidak pantas yang mereka alami, termasuk diminta menampar diri sendiri sebanyak 100 kali dan diharuskan menyerahkan bukti.
Bekerja Tidak Wajar, Datang Jam 2.00 Pagi
Karyawan juga dipaksa bekerja pada jam-jam tidak wajar, seperti datang pukul 2.00 pagi, dan harus selalu patuh pada semua perintah tanpa alasan jelas.
Tunjangan Hari Raya (THR) Ditahan, Gaji Dipotong
Salah satu isu paling mengejutkan adalah penahanan Tunjangan Hari Raya (THR) dan pemotongan gaji yang dilakukan Cherry Lai dengan alasan sebagai pengembalian atas "investasi" yang ia tanamkan.
Pindah Rumah, Dilarang Berkomunikasi dengan Keluarga
Selain itu, beberapa karyawan juga dipaksa pindah rumah dan dilarang berkomunikasi dengan keluarga.
Kasus ini semakin viral setelah muncul pesan-pesan dari WhatsApp yang menunjukkan bahwa perlakuan tersebut berlangsung sejak April 2023 hingga Juni 2024.
Dugaan ini mencoreng citra Brandoville Studios yang selama ini dikenal sebagai salah satu studio animasi terkemuka di Indonesia.
Hingga saat ini, pihak Brandoville Studios dan Cherry Lai belum memberikan klarifikasi terkait tuduhan tersebut. (kid)