Jawa Pos Radar Lawu – Kasus dugaan kekerasan yang dialami karyawan di Brandoville Studios kini menjadi sorotan setelah viral di media sosial.
Cherry Lai, CEO Brandoville Studios, diduga melakukan tindakan physical abuse terhadap karyawannya, termasuk seorang yang bernama Christa.
Dalam unggahan yang tersebar di media sosial, Cherry Lai tidak hanya dituduh melakukan kekerasan fisik, tetapi juga menuntut permintaan yang dinilai tidak wajar.
Salah satu buktinya adalah ketika Christa diminta untuk menghancurkan ponselnya sendiri dan mengirimkan foto bukti dengan senyuman, sebagai bentuk tugas dari sang CEO.
Bukti tersebut diunggah oleh akun Twitter X @hifahri22 yang mengungkap bagaimana Christa dipaksa mengikuti perintah tak masuk akal dari atasan.
"Christa harus menghancurkan HP-nya sendiri, lalu mengirimkan selfie dengan ponsel yang sudah rusak sambil tersenyum," tulis unggahan tersebut pada Kamis (12/9/2024).
Sontak, unggahan itu memicu reaksi keras di media sosial. Salah seorang pengguna Twitter @sheetarincha, yang mengaku sebagai mantan karyawan Brandoville Studios, turut memberikan kesaksian bahwa peristiwa serupa memang pernah terjadi di perusahaan tersebut.
Ia mengungkapkan bagaimana Cherry Lai sering melakukan tindakan kasar dan memberikan tekanan mental kepada karyawannya.
Baca Juga: Mengenal Ikan Aligator Gar dan Alasan Tidak Boleh Dipelihara di Indonesia
Baca Juga: Berikut Daftar Instansi yang Paling Banyak Diminati CPNS 2024, Kemenkumham Duduki Posisi Teratas
“Saya pernah kerja di Brandoville pada 2020 hingga 2021, dan apa yang ditulis itu benar-benar terjadi. Saya juga pernah menyaksikan kejadian Christa dimarahi dan dipermalukan di depan karyawan lainnya,” tulis @sheetarincha.
Postingan itupun mendapat berbagai reaksi dari netizen, sebagian besar menyayangkan kasus dugaan kekerasan yang terjadi di Brandoville Studios.
Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak Brandoville Studios maupun dari Cherry Lai. (kid)
Editor : Nur Wachid