JAKARTA, Jawa Pos Radar Lawu – Nama selebgram Laras Gartiana kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah chat mesumnya dengan seorang pria bernama Abi terungkap.
Usai chat tersebut viral, kini netizen ramai-ramai mencari link video yang diduga terkait dengan skandal perselingkuhan ini.
Kasus ini bermula dari musisi Nabila R yang membongkar dugaan perselingkuhan antara Laras dan kekasihnya, Abi.
Nabila mengunggah bukti chat mesum yang memperlihatkan kedekatan tak wajar antara Laras dan Abi.
Unggahan ini langsung viral di platform X (sebelumnya Twitter), membuat banyak netizen penasaran dan terus mengikuti perkembangan skandal ini.
Tidak hanya berhenti di chat mesum, rumor tentang adanya video yang menunjukkan interaksi lebih jauh antara Laras dan Abi pun mulai menyebar.
Seiring dengan merebaknya rumor ini, netizen mulai memburu link video yang diduga berisi skandal tersebut.
Pencarian ini semakin trending di beberapa akun media sosial.
Tagar terkait skandal ini pun terus merajai trending topic di media sosial, dengan ribuan komentar yang membahas dan mencari bukti lebih lanjut.
“Ada link-nya nggak? Katanya ada video juga,” tanya salah satu netizen.
Sementara itu, yang lain menambahkan, “Semoga cuma rumor, kalau sampai ada video beneran, ini bisa jadi masalah besar.”
Kendati begitu, hingga saat ini, belum ada bukti konkret terkait keberadaan video tersebut.
Namun, isu ini telah menarik perhatian luas, dengan banyak pihak yang mengingatkan pentingnya verifikasi informasi sebelum menyebarkan konten sensitif.
Situasi ini menyoroti bagaimana skandal di era digital dapat dengan cepat berkembang dari satu bukti kecil hingga menjadi fenomena viral yang besar, mempengaruhi reputasi dan kehidupan pribadi individu yang terlibat.
Laras Gartiana belum memberikan tanggapan resmi terkait rumor ini, meskipun sebelumnya ia sempat meminta Nabila untuk menurunkan unggahannya yang mengungkap chat mesum tersebut.
Kasus ini diharapkan dapat menjadi pelajaran tentang pentingnya menjaga privasi dan bertanggung jawab dalam berinteraksi di media sosial, serta waspada terhadap penyebaran informasi yang belum tentu benar. (kid)
Editor : Nur Wachid