Jawa Pos Radar Lawu – Cerita One Piece 1122 memperkuat kecurigaan Saint Marcus Mars, salah satu Gorosei, sebagai pengkhianat.
Sebagai antagonis sekunder di Arc Egghead dan karakter utama di Final Saga, tindakan Mars menimbulkan pertanyaan tentang kesetiaannya.
Mars pengkhianat dan mungkin berencana membelot dari Pemerintah Dunia dalam alur cerita One Piece yang akan datang.
Pengkhianatan menjadi salah satu aspek penting dalam alur cerita One Piece.
Misalnya, Kanjuro yang ternyata mata-mata untuk Orochimaru setelah puluhan tahun bersama Akazaya Nine, pengawal Oden.
Kemudian ada Stussy yang lama menjadi agen CP0 ternyata mengabdi pada Vegapunk.
Mars adalah satu-satunya Gorosei yang menunjukkan penyesalan atas kehancuran Ohara.
Dia menunjukkan konflik batin dan ketidaksetujuan terhadap tindakan Pemerintah Dunia.
Mars selalu menonjol di antara Gorosei, terutama ketika kelompok itu memerintahkan Angkatan Laut untuk menghancurkan Ohara.
Hal ini mengejutkan karena penghancuran pulau cendekiawan itu dilakukan demi kepentingan Pemerintah Dunia.
Momen keraguannya mirip dengan momen introspeksi Gan Fall, Knight of the Sky, di Arc Skypiea.
Gan Fall mempertanyakan tindakannya sendiri.
Pose Mars yang mirip Gan Fall menyiratkan bahwa Dewa Pejuang Lingkungan itu mungkin meragukan kebijakan brutal Pemerintah Dunia.
Kesamaan visual antara kedua adegan itu berarti Marcus mungkin lebih berkonflik dari pada yang lain.
Kepulangan yang Tergesa-gesa ke Ruang Otoritas
Setelah serangan Emeth, Mars kembali ke Marijoa lebih cepat daripada Gorosei lainnya.
Mars meninggalkan Saturn, Ju Peter, Nusjuro, dan Warcury dalam pertempuran.
Melihat dari bentuk wajah, karakter Mars kemungkinan terinspirasi dari Itagaki Taisuke, seorang politikus Jepang.
Menariknya, Itagaki merupakan pendiri partai politik pertama di Jepang dan memperkenalkan demokrasi.
Itagaki punya warisan tentang reformasi dan menantang sistem.
Fakta Itagaki menyiratkan bahwa Mars menentang sistem Pemerintah Dunia. (cor)
Editor : Andi Chorniawan