Jawa Pos Radar Lawu - Film Ipar Adalah Maut baru saja meluncurkan dua poster dan dua trailer resminya.
Dalam cuplikan tersebut, terlihat Michelle Ziudith dan Deva Mahenra akan memerankan pasangan suami istri yang memiliki seorang anak perempuan.
Kisah mereka penuh dengan konflik, terutama dari kehadiran adik perempuan Michelle Ziudith, yang diperankan oleh Davina Karamoy.
Di balik layar, ada cerita menarik yang diungkapkan oleh para pemeran terkait bagaimana mereka mendalami peran masing-masing.
Setiap aktor dan aktris tentu dituntut untuk mendalami karakter yang mereka mainkan dalam film, drama, atau serial.
Pendalaman karakter ini seringkali membawa pengaruh bahkan ketika proses syuting sedang tidak berlangsung.
Michelle Ziudith mengakui bahwa karakter Nisa yang diperankannya sangat mempengaruhi dirinya, bahkan saat sedang break syuting.
Nisa adalah sosok istri yang hatinya disakiti oleh suaminya karena perselingkuhan dengan adik kandungnya sendiri.
"Saya mungkin tidak memiliki kemampuan yang cukup baik untuk mengontrol emosi. Saya bilang ke semua orang, 'saya baik-baik saja, tapi jangan khawatir jika saya tidak tersenyum dan terlihat tidak baik-baik saja'," ungkap Michelle.
Michelle mempertahankan emosinya agar saat syuting kembali dimulai, dia tidak perlu memulai dari awal lagi dalam mendalami peran Nisa, karena dia merasa dirinya bukan seorang fast learner.
"Susah sekali untuk menempatkan emosi lagi saat syuting, mengulang semuanya dari awal, saya tidak bisa. Saya butuh waktu yang cukup panjang," lanjutnya.
Manoj Punjabi, produser film ini, mengonfirmasi hal tersebut, "Ini benar, saat saya datang ke lokasi biasanya 'halo, halo', tapi Michelle diam, mukanya serius," ujarnya.
Tidak hanya dirasakan oleh produser, sikap Michelle yang masih membawa emosi sosok Nisa juga berdampak pada dua pemeran utama lainnya, yaitu Deva Mahenra dan Davina Karamoy.
Pada awal syuting, Michelle masih ramah dan berkomunikasi baik dengan Davina yang memerankan adiknya, Rani.
Namun, seiring intensnya adegan yang diambil, Michelle mulai bersikap dingin terhadap Davina.
"Pada minggu pertama dan kedua, saya masih yang 'dek, mau makan siang apa? Ayo makan ini, mbak beli burger'. Namun, saat mulai melakukan adegan yang cukup dalam, saya bahkan tidak makan siang bersamanya (Davina Karamoy)," akui Michelle.
Selain itu, dia juga merasa terganggu melihat Deva Mahenra dan enggan berdekatan dengan aktor yang berperan sebagai suaminya di film ini.
"Dengan Mas Aris (Deva Mahenra) kita duduk berjauhan. Saya tidur di lokasi syuting menutup selimut. Saya benar-benar terganggu oleh mereka (Deva dan Davina)," ujar Michelle dengan tawa.
Film "Ipar Adalah Maut" tidak hanya menyajikan konflik rumah tangga yang penuh drama di layar, tetapi juga menunjukkan betapa mendalamnya para aktor dan aktris dalam memerankan karakter mereka.
Pengalaman Michelle Ziudith yang terbawa peran bahkan di luar syuting menunjukkan dedikasi tinggi terhadap seni peran, yang tentunya akan memberikan performa terbaik dalam film ini.
Konflik internal yang dibawa oleh para cast di luar layar menunjukkan betapa seriusnya mereka dalam menghidupkan karakter yang diperankan. Film ini tentunya patut dinantikan oleh para penggemar drama Indonesia. (herlin-pnm/kid)
Editor : Nur Wachid