Jawa Pos Radar Lawu - Tim kuasa hukum dari keluarga Vina, Hotman Paris ikut menanggapi usai pelaksanaan konferensi pers Polda Jabar yang menghadirkan Pegi Setiawan alias Perong yang menjadi salah satu tersangka DPO pembunuhan.
Untuk pertama kalinya Polda Jabar memperlihatkan Pegi Setiawan ke muka umum dalam konferensi pers.
Dalam Konferensi pers tersebut nampak sesekali Pegi tertunduk dan menggelengkan kepalanya saat polisi menjelaskan perannya dalam pembunuhan Vina dan kekasihnya.
Selain itu Hotman Paris adalah pengacara dari keluarga almarhumah Vina yang terus mengawasi setiap proses penyidikan terhadap kasus Vina. Hotman Paris pun tidak lepas dalam menanggapi setiap perkembangan penyelidikan Kepolisian.
Seperti yang terjadi pada hari ini ketika Polda Jabar memperlihatkan pagi ke muka umum yang menuai respon dari Hotman Paris.
Hotman Paris juga mengaku kasihan melihat Pegi Setiawan yang tampak lesu pada konferensi pers tersebut.
Bukan Tanpa Alasan Hotman bereaksi melihat apa yang terjadi pada saat konferensi dilaksanakan.
Hal itu karena setelah konferensi berakhir, Pegi dilarang berbicara oleh polisi dan ia nampak berusaha untuk mengatakan sesuatu kepada wartawan.
Lalu Pegi mengatakan bahwa dia tidak pernah melakukan pembunuhan itu dan itu adalah fitnah.
"Saya tidak pernah melakukan pembunuhan itu, itu fitnah," ucapan di saat didampingi oleh sejumlah polisi.
Pegi juga mengatakan bahwa ia rela mati apabila dia terbukti tidak bersalah.
Kuasa hukum keluarga Vina, Hotman Paris pun akhirnya buka suara setelah melihat konferensi pers yang dilakukan di Jawa Barat.
Berdasarkan hasil dari konferensi pers, kepolisian mengatakan bahwa DPO pembunuhan Vina ternyata hanya satu orang, bukan 3 orang seperti yang diumumkan sebelumnya.
"Press release Polda Jabar 26 Mei 2024! Yang 2 DPO katanya fiksi?" Tulis Hotman Paris di di Instagram pribadinya.
Tak lama kemudian Hotman Paris Pun mengunggah-ugahan baru yang menunjukkan bahwa Pegi mengaku tidak mengenal Vina maupun Eky.
"Aduh!," tulis Hotman Paris.
Pegi disebutkan bahwa ia melempari batu terhadap Vina dan Eky yang sedang mengendarai motor bersama.
Kemudian Pegi dan 8 pelaku lainnya mengikuti Vina dan isi hingga ke sebuah fly over.
Di tempat itulah terjadinya pemukulan hingga Vina dan Eki terjatuh.
Lalu keduanya dibawa ke lahan kosong di belakang sebuah showroom mobil.
Polisi mengatakan bahwa di situlah Vina dan Eky dipukuli hingga tak sadarkan diri dan akhirnya meninggal. (*)
Editor : Riana M.