Jawa Pos Radar Lawu - Semenjak publik mengetahui cerita dibalik kematian Fat Cat, banyak orang berbondong-bondong mengirimkan bunga duka ke Jembatan Chongqing sebagai penghormatan terakhir untuk Fat Cat.
Bahkan banyak beredar di media sosial bagaimana banyak sekali buket dan karangan bunga yang digeletakkan di sekitar jembatan untuk Fat Cat.
Tidak hanya bunga saja, simpati kepada Fat Cat ditunjukkan dengan memesan McDonalds dan layanan pesan antar ke jembatan Chongqing.
Hal itu dilakukan untuk menghormati perjuangan Fat Cat yang jarang membeli makanan dan minuman.
Namun seiring meningkatnya upaya pengiriman makanan, terungkap bahwa beberapa makanan yang dioesan dan dibayar dengan tujuan jembatan Chongqing ternyata kosong atau bahkan berisi sesuatu yang berbeda.
Whatsonweibo.com menuliskan setidaknya terdapat 5 restoran yang kedapatan tidak mengirim makanan sesuai pesanan.
Misalnya ChaPanda, toko bubble tea asal Tiongkok yang mengganti milk tea dengan air kedalam cup minuman.
Sehingga pada 3 Mei, ChaPanda memberikan memberikan respon dan mengatakan bahwa telah memecat karyawan yang tidak bertanggung jawab tersebut.
Tidak hanya ChaPanda, namun juga ada toko Zhu Xiaoxiao Luosifen dan Mixue Ice Cream & Tea yang meminta maaf dan menutup toko yang bersangkutan sementara waktu untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Cina NewYobo juga mengakui setidaknya terdapat dua puluh pesanan yang mereka terima secara tidak lengkap.
Selain itu, makanan cepat saji Wallance juga menanggapi kontroversi ini dengan memecat karyawan yang terlibat.
Ditengah kontroversi pengiriman makanan tersebut, saudara Fat Cat meminta kepada pengguna internet untuk menahan diri dan tidak lagi memesan makanan.
Namun meski begitu, sejumlah makanan dan bunga masih terus menumpuk di dekat jembatan sehingga mendorong pemerintah China untuk berfikir bagaimana cara menangani metode unik penghormatan untuk gamer yang telah meninggal tersebut. (riz/kid)
Editor : Nur Wachid