Jawa Pos Radar Madiun – Vegapunk membeberkan hipotesa dunia akan tenggelam ke laut di cerita One Piece 1114.
Beberapa hari sebelum kematiannya, Vegapunk telah memprediksi terjadinya gempa yang membuat air laut naik satu meter.
Vegapunk mengetahui dunia One Piece bakal tenggelam berdasarkan hasil mempelajari masa lalu.
Faktanya, Eiichiro Oda telah memberikan banyak petunjuk mengenai kenyataan dunia akan tenggelam.
Bahkan, proses tenggelamnya dunia telah terjadi sejak lama.
Berikut ini delapan petunjuk mengenai tenggelamnya dunia ke laut dalam cerita One Piece.
1. Water 7
Water 7 Saga sangat berkaitan dengan tenggelamnya dunia ke laut.
Arc pertama dalam saga ini adalah Long Ring Long Land.
Diceritakan, Tonjit bermigrasi dari satu pulau ke pulau lainnya.
Perjalanan pengembara ini dilakukan setahun sekali ketika air laut sedang surut.
Hal ini menunjukkan bahwa dunia sebenarnya telah mengalami kenaikan permukaan air laut.
Daratan pulau yang dulunya normal menjadi satu kesatuan, lantas terbagi menjadi banyak pulau kecil karena air pasang.
2. Aqua Laguna
Di Arc Water 7 pula Aqua Laguna disebutkan untuk pertama kalinya.
Aqua Laguna adalah badai mengerikan yang membanjiri Water 7 setiap tahun.
Fenomena itu sudah biasa dialami oleh penduduk pulau itu.
Faktanya, pulau Water 7 sebenarnya pernah berada di permukaan laut.
Itu dibuktikan keberadaan pemukiman kuno di bawah laut.
Permukiman tersebut dulunya terdapat kehidupan.
Permukaan air yang secara konsisten meningkat setiap tahunnya membuat Water 7 terancam tenggelam.
Alhasil, penduduknya harus naik ke tempat yang lebih tinggi dan membangun rumah baru.
Inilah salah satu alasan mengapa Iceberg ingin membangun Water 7 terapung.
3. Alabasta
Di chapter 161, Vivi mengungkapkan bahwa aliran Sungai Sandora dulunya menopang kehidupan di Alabasta.
Namun belakangan Sungai Sandora telah kehilangan sumber airnya karena erosi laut.
Informasi Vivi menandakan bahwa volume air laut sudah mengalami peningkatan.
4. Impel Down
Mungkin banyak yang mengira lokasi Impel Down di dalam laut hanya bagian dari sitem keamanan penjara.
Namun informasi Vegapunk memunculkan dugaan bahwa Impel Down dulunya berada di daratan.
Impel Down akhirnya tenggelam seiring naiknya air laut.
Baca Juga: Teori One Piece Terbaru: Benarkah Gorosei Ethanbaron V. Nusjuro yang Membunuh Ryuma?
Menimbang bangunan Impel Down sampai ke dasar laut, proses tenggelamnya dunia diperkirakan telah terjadi sejak ratusan tahun silam
Artinya, permukaan dunia 900 tahun lalu lebih rendah dari daratan saat ini.
5. Avatar Kepala Ikan
Ikan yang menjadi kepala Eiichiro Oda bisa jadi foreshadow bahwa cerita One Piece memang mengenai dunia kiamat karena tenggelam.
Dalam sebuah pojok SBS, seorang penggemar bertanya tentang avatar Oda.
Penggemar : Kenapa gambar diri Oda berupa ikan? Kalau Oda sensei, pasti ada arti yang dalam dan indah..... Iya, kan?
Oda : Nggak ada artinya, tuh!
Melihat jawaban itu terdapat dua kemungkinan.
Oda pura-pura tidak tahu atau hanya kebetulan belaka mengingat dirinya suka menggambar binatang.
6. Red Line
Tenryuubito yang bermukim di atas Red Line menambah foreshadow lain bahwa dunia bakal tenggelam.
Para Bangsawan Dunia sejak awal mengamankan diri dari sebuah bencana besar yang menenggelamkan daratan.
Air laut tentu sulit menjangkau Red Line yang tingginya menjulang sampai ke langit.
Dalam cerita One Piece 1114, Doflamingo menyebutkan tempati tinggi yang merujuk pada Marijoa di Red Line.
7. Kapal Noah
Kapal Noah di pulau Manusia Ikan tampaknya bukan dibuat untuk mengangkut ras Manusia Ikan ke daratan.
Melainkan menyelamatkan manusia dari ancaman naiknya air laut secara global.
Kisah kapal Noah ini relevan dengan bahtera Nabi Nuh.
8. Pesan Nefertari D Lili
Pada manga chapter 1085, Nefertari D. Cobra meneruskan pesan Nefertari D. Lili.
Bunyinya: Kibarkan bendera fajar di dunia yang *********.
Kalimat itu tampak tidak tuntas karena ada kata yang tertutup panel.
Kata yang tertutup itu adalah "tenggelam".
Fans One Piece di Jepang menyadarinya karena tulisan tersebut menggunakan huruf hiragana.
Artinya, Nefertari D. Lili telah mengetahui dunia akan tenggelam. (cor)
Editor : Andi Chorniawan