Jawa Pos Radar Lawu – Dalam cerita One Piece 1112, Luffy mengomentari rasa dan bau makanan darurat Elbaf sama sekali tidak enak.
Makanan darurat Elbaf yang disebut Hakarl itu mengambil referensi hidangan di dunia nyata, yakni Islandia.
Faktanya, komentar Luffy yang menyebut rasa dan bau Hakarl sama sekali tidak enak itu benar adanya.
Dalam cerita One Piece 1112, Luffy yang kehabisan energi karena bertarung melawan Gorosei diberi Hakarl oleh Brogy.
Setelah menyantap Hakarl, energi Luffy tiba-tiba kembali pulih.
Islandia punya kaitan erat dengan bangsa Viking, yang dalam cerita One Piece menjadi referensi ras raksasa Elbaf.
Sehingga masuk akal bila Hakarl menjadi makanan darurat khas Elbaf.
Berikut ini tiga fakta Hakarl di dunia nyata yang dihimpun dari berbagai sumber.
Mengapa rasa Hakarl tidak enak?
Hakarl berbahan utama daging ikan hiu greenland yang difermentasi.
Prosesnya memerlukan fermentasi karena dagingnya mengandung racun.
Untuk menghilangkan racun itu, fermentasi memakan waktu empat hingga lima bulan.
Diawali dengan mengubur daging ikan hiu di tumpukan bebatuan kecil, lalu menjemurnya.
Proses fermentasi daging hiu selesai ketika muncul bau amonia, senyawa yang membuat Hakarl berbau menyengat.
Hakarl memiliki aroma amis yang sangat kuat, serta rasa agak pahit dan asam.
Karena rasa tersebut, Hakarl adalah hidangan terburuk nomor tiga di dunia menurut TasteAtlas pada Februari 2023, nilainya 1,6 dari 5.
Benarkah Hakarl memulihkan energi?
Belum ada keterangan resmi yang menyebutkan Hakarl dapat memulihkan energi.
Namun berdasarkan laman Reyjavikcars, ikan fermentasi Islandia mengandung nutrisi.
Kaya protein dan asam lemak omega 3, yang bagus untuk kesehatan jantung dan fungsi kognitif.
Akan tetapi, konsumsi berlebihan dapat menimbulkan risiko kesehatan karena kandungan natrium dan kolesterolnya tinggi.
Mengapa Disebut Makanan Darurat?
Dulunya, penduduk Islandia harus mencari cara untuk bertahan hidup karena ketersediaan pangan rendah.
Penyebabnya, kondisi pertanian di wilayah subarktik Islandia tidak menguntungkan.
Ketimbang mencari sumber makanan alternatif, mereka menemukan cara untuk membuat daging ikan hiu dapat dimakan.
Meski saat ini bermunculan makanan modern di Islandia, Hakarl tetap eksis karena menjadi kuliner warisan leluhur.
Hakarl mudah ditemukan di toko grosir atau supermarket Islandia sepanjang tahun.
(cor)
Editor : Andi Chorniawan