Jawa Pos Radar Madiun – Berkendara membutuhkan kondisi prima. Baik itu dari sisi pengemudi maupun kondisi kendaraan.
Salah satu tantangan bagi pengemudi adalah mengantuk saat berkendara. Apalagi jika melintas di jalur bebas hambatan atau jalan tol.
Kondisi jalan yang mulus dan bebas hambatan tidak jarang membuat pengemudi terlalu nyaman hingga tidak sadar tengah mengantuk.
Jika dalam kondisi demikian, disarankan agar pengemudi singgah di rest area terdekat untuk beristirahat sejenak menghilangkan rasa kantuk yang memang sulit dilawan saat perjalanan.
Pengemudi yang memaksakan diri terus berkendara meskipun mengantuk tidak menutup kemungkinan akan mengalami sleep inertia.
Dilansir dari Radar Madiun, Sleep inertia merupakan istilah di mana kondisi pengemudi merasa terjaga, namun fungsi otak dan tubuh lainnya dalam keadaan tidur.
Sleep inertia ini memungkinkan pengendara kehilangan konsentrasi bahkan hilang kesadaran.
Artinya, kemampuan untuk mengambil keputusan saat berkendara akan sangat terganggu.
Kondisi inilah yang harus disadari pengemudi, sebab berkendara membutuhkan fast respon terhadap situasi yang terjadi saat itu di jalan raya.
Akibat fatal dari sleep inertia ini berpotensi mengalami kecelakaan. Baik itu kecelakaan yang melibatkan kendaraan lain, atau tunggal.
Risiko terbesar keselamatan pengemudi, penumpang, serta pengendara lain terancam akibat kecelakaan tersebut.
Ingat, kondisi mengantuk bahkan sleep inertia bisa menimpa siapapun dan di manapun.
Apalagi jika sedang bepergian jarak jauh, disarankan agar kondisi tubuh fit dan istirahat cukup sebelum melakukan perjalanan. (kid)
Editor : Nur Wachid