Jawa Pos Radar Lawu – Boa Hancock dikenal sebagai ratu bajak laut. Perempuan ini merupakan pemimpin suku Kuja yang bermukim di Pulau Amazon Lily.
Letaknya pulau ini berada di Calm Belt.Yaitu lautan yang tenang tanpa arus dan angin. Konon, di bawah lautan Calm Belt hidup berbagai monster laut.
Keberadaannya di Calm Belt membuat pulau Amazon Lily terisolir dan aman dari berbagai ancaman bajak laut. Dibutuhkan kapal khusus untuk melintasi Calm Belt.
Di pulau inilah Hancock bermukim bersama penduduk suku Kuja yang seluruhnya perempuan.
Hancock merupakan pemakan buah iblis Mero Mero No Mi dan pengguna 3 jenis haki. Menariknya, Marshal D. Teach sempat memburu buah iblis ini.
Apabila seorang Teach memburu sebuah buah iblis, sudah pasti buah iblis itu merupakan buah yang Istimewa.
Inilah fakta dari Mero Mero No Mi yang harus kamu tahu:
Buah Iblis Cinta
Mero Mero dalam bahasa Jepang dinamakan onomatopoeia yang artinya "untuk jatuh mabuk".
Buah iblis ini membuat penggunanya bisa mempermainkan hasrat lawan. Baik laki-laki ataupun perempuan bisa kena imbas sarangan buah iblis ini.
Dalam bahasa Inggris dirilis dalam Viz Manga dan FUNimation dub, buah ini disebut Love-Love Fruit.
Hancock Pengguna yang Sempurna
Buah Mera Mera No Mi memungkinkan penggunanya untuk mengubah lawan yang memiliki hasrat dan nafsu lawan menjadi batu. Baik lawan itu laki-laki ataupun perempuan.
Terlebih, apabila lawan Hancock adalah seseorang yang memiliki pikiran kotor, sudah pasti begitu melihat kecantikan Hancock langsung menjadi batu. Hal ini pernah dialami Sanji saat melihat Hancock menggunakan teropong.
Korban yang telah benar-benar berubah menjadi batu tidak mampu untuk sadar dan rentan terhadap kerusakan fisik, kecuali pengguna mengembalikannya.
Kekejian juga dapat dicapai dengan menyerang lawan secara fisik, meskipun satu-satunya area yang diubah menjadi batu adalah area yang disentuh, berlawanan dengan seluruh tubuh. Kekuatan juga meluas ke benda-benda yang tidak hidup, termasuk Pacifista.
Hancock adalah pengguna yang sempurna bagi buah iblis ini. Karena kecantikan Hancock membuat buah iblis ini menjadi optimal.
Meskipun belum dikonfirmasi bahwa buah iblis telah mencapai awakening atau belum. Apalagi, Hancock dikenal sebagai perempuan paling cantik di dunia One Piece.
Diburu Blackbeard tapi Tak Mempan Pada Luffy
Satu fakta menarik ditunjukkan oleh Oda. Pasca pembubaran sistem Shichibukai, Coby memimpin pasukan angkatan laut untuk menangkap Hancock.
Dalam pertempuran di Pulau Amazon Lily itu, Blackbeard turut ikut campur. Ia secara terang-terangan ingin memiliki buah iblis Mera-Mera No Mi. Masih menjadi misteri kenapa Blackbeard begitu menginginkan buah iblis ini.
Hanya ada satu orang yang selama ini diperlihatkan tidak mempan terhadap sarangan Mera Mera No Mi. Ia adalah Monkey D. Luffy.
Hal ini disebabkan Luffy tidak memiliki hasrat ataupun nafsu sedikitpun pada Hancock. Malahan, Hancock begitu tergila-gila padalnya. (*)
Editor : Riana M.