Jawa Pos Radar Lawu – Penampilan Gorosei Saint Ethanbaron V Nusjuro dalam cerita One Piece 1110 memunculkan sebuah spekulasi.
Spekulasinya adalah yokai Bakotsu Nusjuro bertarung lawan Zoro di Pulau Egghead.
Nusjuro mencuri perhatian lewat wujud yokai Bakotsu dan kemampuan hebatnya melumpuhkan Pacifista menggunakan pedang.
Prediksi pertarungan Nusjuro, sang iblis tulang kuda dari neraka, melawan Zoro bakal epic.
Sebab duel Nusjuro lawan Zoro bukan semata-mata karena faktor keduanya pendekar pedang. Mengapa begitu?
Berikut ini penjelasannya yang diawali informasi mengenai yokai Bakotsu.
Apa Itu Yokai Bakotsu?
Dalam mitologi Jepang, Bakotsu merupakai yokai kuda dengan seluruh tubuhnya adalah tulang.
Konon kuda itu mati dengan cara dibakar dan akhirnya menjadi roh pendendam.
Karena itu, Bakotsu dikenal juga sebagai kuda yang bangkit dari neraka.
Sebutan itu juga merujuk wujud Nusjuro mode Bakotsu yang terdapat seperti kobaran api pada bagian lehernya.
Sisi lain Bakotsu muncul dalam cerita di Tosa Obake Zōshi, kumpulan kisah yokai dari Prefektur Tosa.
Bakotsu digambarkan sedang berbicara dengan pemilik penginapan di bawah kelambu.
Sejauh ini masih minim referensi yang dapat menjelaskan asal-usul Bakotsu, perangai, maupun kemampuannya.
Kemampuan Bakotsu Nusjuro
Bakotsu Nusjuro sudah unjuk kekuatan dalam cerita One Piece 1110.
Kekuatan utama Bakotsu Nusjuro tampaknya terletak pada kecepatan yang luar biasa dan keterampilan menggunakan pedang.
Dalam sekejap, Nusjuro menebas sekaligus membekukan 23 Pacifista.
Kekuatan membekukan musuh sesuai dengan sebutannya sebagai yokai tulang kuda dari neraka.
Seperti diketahui Brook juga mampu menebas lawan dengan efek membeku.
Brook pun bangkit dari kematian karena sebelumnya memakan buah iblis Yomi Yomi no Mi.
Tekad Zoro
Bukan sekadar pertarungan pendekar pedang, duel melawan Nusjuro bisa menjadi pengakuan penting bagi Zoro.
Zoro punya tekad menjadi pendekar pedang nomor satu.
Bahkan, dia ingin namanya sebagai pendekar pedang nomor satu terdengar sampai neraka.
Pertarungan Trah Pedang Kitetsu
Selain pengakuan kekuatan, pertarungan Nusjuro lawan Zoro bakal menjadi penegasan trah pedang Kitetsu terkuat.
Pedang Kitetsu yang berarti pemecah iblis ini terbagi dalam tiga generasi berbeda.
Shodai Kitetsu, generasi pertama; Nidai Kitetsu, generasi kedua; dan Sandai Kitetsu, generasi ketiga.
Masing-masing pedang dibuat oleh ahli pedang dari generasi yang berbeda dan kualitas yang berbeda pula.
Kualitas tertinggi adalah Shodai Kitetsu yang konon tergolong Saijo O Wazamono (12 pedang kelas tertinggi).
Nidai Kitetsu termasuk O Wazamono (21 pedang kelas tinggi).
Sementara Sandai Kitetsu hanya Wazamono (tingkat terendah untuk Meito atau pedang bernama).
Sandai Kitetsu digunakan Zoro dan Nidai Kitetsu disimpan Tenguyama Hitetsu alias Kuzuki Sukiyaki di Wanokuni.
Sementara keberadaan Shodai Kitetsu hingga kini belum terungkap.
Meski masih misterius, tapi banyak yang menduga Shodai Kitetsu digunakan oleh Nusjuro.
Indikasi itu terletak pada bentuk tsuba salib pattee yang mirip Nindai dan Sandai Kitetsu.
Jadi, secara tidak langsung pertempuran Nusjuro dengan Zoro bakal menjadi bentrokan trah pedang Kitetsu. (cor)
Editor : Andi Chorniawan