Jawa Pos Radar Lawu - Bukit Mongkrang adalah salah satu destinasi wisata alam yang terletak di dusun Tlogodringo, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Bukit ini juga bisa menjadi salah satu alternatif tempat wisata yang bisa dikunjungi saat liburan.
Bukit ini menyajikan pesona keindahan alamnya yang luar biasa indah dipadu dengan udara dingin khas dataran tinggi.
Bukit Mongkrang ini memiliki ketinggian hingga 2.194 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Dilihat dari ketinggiannya tersebut membuat keindahan alam sekitarnya nampak terlihat jelas. Salah satunya Taman Wisata Tirto Gumarang. Taman Wisata ini berada tak jauh dari Bukti Mongkrang, hanya berjarak 4 kilometer saja.
Jika di lihat dari atas bukit, Tirto Gumarang ini ternyara memiliki potensi alam yang luar biasa juga seperti Air Terjun, hamparan kebun strawberry yang luas dan masih banyak lagi.
Untuk menuju ke puncak bukit Mongkrang dibutuhkan tenaga yang ekstra, kondisi jalannya yang sedikit menanjak melalui hutan yang dipenuhi dengan ilalang.
Nantinya banyak aktivitas yang bisa dilakukan di area Bukit Mongkrang ini melakukan kegiatan camping ground atau berburu foto pemandangan alam yang disuguhkan dari atas puncak bukit tersebut.
Bagi yang ingin singgah ke Bukit Mongkrang ini tak perlu risau soal fasilitas pasalnya pihak pengelola sudah menyediakan beberapa fasilitas penunjang seperti, terdapat toilet, warung atau kedai makanan dan minuman di beberapa pos pendakian, menyediakan toko peralatan mendaki.
Tiket masuk Bukit Mongkrang sekitar Rp. 10 ribu per orang. Harga ini di peruntukkan bagi kamu yang hanya ingin mendaki saja. Sedangkan jika hendak berkemah dikenakan tarif biaya sekitar Rp. 20 ribu per orang.
Destinasi wisata ini buka setiap hari selama 24 jam, jadi kamu bisa mengunjungi Bukit Mongkrang kapan saja.
Jika Anda memiliki rencana berkemah di sana, pastikan membawa perlengkapan sesuai dengan kebutuhan, serta selalu menjaga kesebersihan diarea bukit Mongkrang.
Selain itu jangan membuat api unggun maupun membuang puntung rokok sembarangan. Karena kondisi bukit yang penuhi dengan ilalang sehingga rawan terbakar. (*)
Editor : Riana M.