Jawa Pos Radar Lawu – Ozai bukanlah raja api yang seharusnya. Ia adalah pembunuh ayahnya sendiri, Raja Api Azulon.
Lalu mengkhianati kakaknya, Iroh, sebagai orang yang berhak menjadi raja api yang baru. Tetapi semua konspirasi pembunuhan itu tidak ia lakukan sendiri. Semua diatur oleh Ursa, istrinya.
Begitulah sifat asli Raja Api Ozai. Ia ambisius, licik, dan egois.
Berikut fakta yang harus kamu tahu tentang Raja Api Ozai dalam serial Avatar: The Last Airbender.
Ozai, Pengendali Api Terhebat di Dunia
Ozai adalah Raja Api setelah Azulon. Seperti raja api kebanyakan, ia adalah seorang master pengendali api. Sejak kecil, ia suka meniru gaya ayahnya. Mulai gaya rambut, berpakaian, dan hal-hal lain.
Saat remaja, Ozai telah menguasai 113 dari 128 jurus api. Terlepas dari benar atau tidaknya, ada yang beranggapan kalau Ozai lebih hebat dari kakaknya, Iroh. Setelah dewasa, ia merasa lebih pantas menjadi raja api dan merebut hak kakaknya.
Setelah dinobatkan menjadi raja api, Ozai telah menguasai 128 teknik jurus api. Dan jurus terbesarnya, mampu membuat komet sebesar komet Sozin. Hal ini membuat Ozai dijuluki sebagai “The Phoenix King”.
Konspirasi Pembunuhan Raja Api Azulon
Sepulang Iroh dari Ba Sing Se, Ozai meminta ayahnya menyerahkan hak Putra Mahkota Kerajaan kepadanya. Dan akan membuatnya menjadi Raja Api setelah Azulon. Hal ini karena Iroh telah kehilangan anaknya, Lu Ten, dalam pengepungan di Ba Sing Se. Artinya, Iroh tidak memiliki penerus. Suatu hal yang membuat Ozai merasa lebih pantas menyandang putra mahkota, karena memiliki dua anak (Zuko dan Azula).
Raja Azulon marah dan menganggap hal itu sebagai penghinaan. Oleh sebab itu, Ozai dihukum untuk merasakan sakitnya kehilangan anak sulung dengan cara membunuh anaknya sendiri. Ozai pun mantap melakukan hal itu. Ia berniat membunuh Zuko, tetapi dicegah oleh Ursa (istrinya).
Sebagai gantinya, Ursa membuat kesepakatan dengan Ozai: tahta untuk kehidupan Zuko. Ursa mempunyai rencana membunuh Azulon dengan cara meracuninya. Ursa memliki keahlian membuat racun yang tidak dapat dilacak warna dan baunya.
Ozai pun sepakat dengan syarat setelah racun jadi, Ursa harus meninggalkan istana. Karena Ozai khawatir kelak Ursa bisa meracuninya.
Ursa mencoba untuk bernegosiasi bahwa dia akan pergi dengan anak-anaknya. Tetapi Ozai tidak sepakat dan mengancam akan memburu dan membunuh kedua anaknya jika Ursa bersikeras.
Ursa akhirnya membuat racun dan menyerahkannya ke Ozai sebelum pergi ke kamar anak-anaknya untuk mengucapkan selamat tinggal.
Ursa menyuruh Zuko dan Azula untuk selalu mengingat siapa dia, tidak peduli bagaimana pun keadaannya berubah. Ursa kemudian berjalan pergi.
Raja Azulon meninggal secara misterius dan Ozai mengambil alih tahta Raja Api yang baru. (*)
Editor : Riana M.