Jawa Pos Radar Lawu - Tidak semua anak usia dini rajin pergi ke sekolah. Bahkan tak sedikit pula yang ngambek atau ketakutan bertemu gurunya.
Untuk perlu ada upaya membangun kepercayaan diri pada anak sehingga mereka bisa bersemangat dalam belajar.
Karakter anak memang beragam, terutama soal kepercayaan diri. Saat ini, banyak anak yang aktif di rumah tapi melungker ketika berada di sekolah.
Wali muridpun kebingungan. Ada beberapa cara menumbuhkan kepercayaan diri pada anak:
- Beri Pujian
Memberikan pujian pada anak dapat menjadi satu hal yang berbeda. Meski hanya simple dan sepele, namun ini bisa membuat anak lebih percaya diri.
Misalnya ketika anak membuat suatu gambar dan ia menunjukkan pada kita, sudah selayaknya kita mengucap “Wah bagus gambarnya”, atau kata lain.
Sambil tersenyum dan melihat gambar itu. Mungkin juga dengan memegangnya. Atau menayai tentang gambar itu. Terlihat sepele bagi kita, namun hal besar bagi anak terutama anak usia dini.
Meski begitu, pujian yang diberikan harus sesuai dengan apa yang seharusnya. Tidak boleh terlalu berlebihan.
Yang malah akan membuat anak menjadi sombong dan merasa bisa sehingga ia tak mau belajar lagi.
- Reward atau Hadiah
Sebuah reward atau hadiah adalah sesuatu yang membuat anak menjadi senang. Ketika anak senang maka hatinya anak bahagia dan mudah untuk menerima apa yang di ajarkan.
Sesekali ketika anak melakukan hal yang berbeda dan itu baik, berikanlah reward atau hadiah.
Tidak perlu mahal namun hadiah sederhana saja. Misal ketika anak mendapatkan nilai 100, supaya lebih semangat dan lebih percaya diri, kita beri hadiah.
Ini bisa membuat kepercayaan diri anak menikat dan anak lebih semangat belajar.
- Banyak Memberikan Kesempatan
Memberikan kesempatan kepada anak sama halnya dengan membuat anak untuk bisa lebih bebas dalam menentukan sesuatu.
Anak lebih mengerti tentang apa yang menjadi tanggung jawabnya. Sebagai orang tua atau guru penting untuk memberikan kesempatan kepada anak.
Misalnya, ketika anak ingin bermain dengan temannya, kita tidak boleh mengekang. Apalagi membatasi dan hanya mengajarkan pilih pilih teman.
Memberikan kesempatan untuk bersikap lebih tanggung jawab. Meski begitu harus tetap dalam pengawasan.
- Tidak Membandingkan dengan Anak Lainnya
Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda. Sikap tika membandingkan dengan temannya adalah salah satu sikap yang dapat memberikan rasa kepercayaan diri pada anak. Karena setiap anak mempunyai kemampuan yang berbeda. Maka kita harus memahami itu. Jika dibandingkan malah akan membuat anak minder dan kepercayaan dirinya turun. Maka teruslah membuat anak mengerti tentang dirinya sendiri.
Baca Juga: Musik dan Kesehatan Mental Kita
- Hindari Kata ‘Pemalu’
Kata ‘pemalu’ justru akan membuat anak semakin minder. Apalagi itu di dengar dari orang terdekat. Semisal dari orang tuanya.
Ini akan menjadi bumerang yang akan menusuk hati anak. Dia akan sangat malu. Terlebih kata itu diungkapkan di depan banyak orang.
- Ajak Anak Membayangkan Cita-Cita
Membayangkan cita-cita anak membuat anak menjadi lebih semangat lagi. Tunjukkan berbagai profesi yang layak dicita-citakan seperti dokter, dosen, wartawan, guru dan pilot.
Itu akan membuat anak tertarik untuk lebih belajar. Mereka akan bersemangat mengikuti pembelajaran.
Inilah beberapa cara menumbuhkan kepercayaan diri pada anak. Dengan kepercayaan diri yang baik. Anak akan maksimal mengikuti pembelajaran dan berkembang lebih baik. (kid)
Editor : Nur Wachid