Jawa Pos Radar Lawu – Pulau Egghead digadang-gadang menjadi medan perang dahsyat setelah Wanokuni dan Marineford dalam cerita One Piece.
Sebab tidak mungkin Luffy yang sekecil itu berkelahi dengan Gorosei secara sendirian.
Kekuatan Luffy dalam mode Nika belum tentu menang dalam duel satu lawan lima.
Mari realistis, Luffy kepayahan melawan Saturn. Apalagi dia masih belum paham dengan kemampuan mythical zoan-nya itu.
Gorosei lainnya datang ke Pulau Egghead sejatinya bukan untuk melawan Luffy, namun mencegah pesan Vegapunk tersiar ke dunia.
Kendati demikian, Mugiwara bakal menyerang mereka semua karena tidak ingin teman-temannya diusik.
Dalam chapter berikutnya, bisa jadi datang bala bantuan untuk menghadapi Gorosei dalam bentuk makhluk iblis.
Prediksi paling masuk akal di One Piece chapter 1110, bantuan itu datang dari Dorry dan Brogy yang dalam perjalanan menuju tempat Luffy bertarung.
Akan tetapi, bantuan dua kapten Bajak Laut Raksasa itu tidak cukup untuk mengalahkan Gorosei yang kekuatannya mengerikan.
Nah, bakal epik sekaligus menjadi bantuan besar kalau robot kuno raksasa dari 900 tahun silam bangkit kembali.
Robot kuno itu teronggok di ruang khusus sampah logam di Pulau Egghead.
Dalam manga sempat muncul panel mata robot kuno itu “menyala” ketika Luffy dalam mode Nika bangkit usai terkapar.
Vegapunk bercerita robot itu punya misi menghancurkan Marijoa, 200 tahun silam.
Akan tetapi, misi tersebut gagal karena alasan robot kehabisan bahan bakar.
Pemerintah dunia ingin menghancurkan robot tersebut karena dianggap sebagai ancaman.
Namun tanpa sepengetahuan pemerintah dunia, ilmuwan Egghead menyimpan robot kuno itu untuk diteliti jenis bahan bakarnya.
Dan sampai saat ini, Vegapunk belum menemukan jawabannya. Lantas, bagaimana jika bahan bakar robot kuno itu adalah tekad Nika?
Dalam cerita selanjutnya, robot raksasa kuno bakal bergerak maju untuk melawan Saturn dkk atas kehendak Nika.
Bila benar terjadi, pertemuan robot kuno dengan Gorosei setelah dua abad, menandai awal perang dahsyat usai pertempuran di Wanokuni dan Marineford. (cor)
Editor : Andi Chorniawan