Ada Cerita Kelesan hingga Sebutan Apek, Begini Jejak Pempek Palembang

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55 WIB

.Ilustrasi Sejarah Pempek Palembang Sumatra Barat @Pinterest

Jawa Pos Radar Lawu - Setiap daerah memiliki kekayaan kuliner dengan cita rasa dan cerita yang menjadi bagian dari identitas masyarakatnya.

Salah satunya pempek, makanan khas Palembang, Sumatera Selatan, yang dikenal dengan tekstur kenyal, rasa gurih, serta kuah cuko dengan perpaduan rasa manis, asam, dan pedas.

Popularitas pempek kini telah meluas ke berbagai wilayah Indonesia.

Makanan berbahan dasar ikan dan tepung sagu ini tidak hanya menjadi hidangan sehari-hari, tetapi juga sering dijadikan oleh-oleh oleh wisatawan yang berkunjung ke Palembang.

Di balik kelezatannya, pempek memiliki perjalanan sejarah yang menarik.

Sejumlah cerita mengaitkan kemunculan makanan ini dengan kebiasaan masyarakat memanfaatkan hasil perikanan hingga pengaruh budaya pendatang.

Baca Juga: Resep Pempek Kapal Selam yang Gurih dan Kenyal, Cocok Jadi Camilan Keluarga

Berawal dari Ikan dan Tepung Sagu

Kehidupan masyarakat Palembang sejak lama memiliki hubungan erat dengan Sungai Musi.

Sungai tersebut menjadi sumber ikan yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Selain ikan, sagu juga digunakan dalam berbagai olahan makanan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.

Perpaduan kedua bahan ini menghasilkan adonan dengan tekstur kenyal dan cita rasa gurih yang menjadi ciri khas pempek.

Pemanfaatan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar menunjukkan cara masyarakat mengembangkan makanan sesuai sumber daya alam yang dimiliki.

Ikan tidak hanya dikonsumsi secara langsung, tetapi juga diolah menjadi hidangan yang dapat dinikmati bersama keluarga maupun dijual.

Ada pula cerita yang menghubungkan pempek dengan masa Kerajaan Sriwijaya.

Namun, belum terdapat bukti sejarah yang cukup kuat untuk memastikan bahwa pempek dengan bentuk seperti sekarang sudah ada pada masa tersebut.

Kelesan dan Cerita Asal-Usul Nama Pempek

Dalam sejumlah cerita yang berkembang di masyarakat, pempek dikaitkan dengan makanan bernama kelesan.

Olahan ini digambarkan berbahan ikan yang dicampur dengan sagu, kemudian dibentuk dan dimasak.

Seiring waktu, makanan tersebut berkembang dengan berbagai bentuk dan cara penyajian.

Baca Juga: Dari Hutan Mentaok hingga Jadi Ikon Kuliner, Begini Sejarah Gudeg Yogyakarta

Pempek kemudian dikenal sebagai salah satu kuliner khas Palembang yang memiliki banyak penggemar.

Asal-usul nama pempek juga memiliki cerita tersendiri. Salah satu versi menyebutkan bahwa nama tersebut berasal dari sapaan kepada seorang pedagang keturunan Tionghoa yang dipanggil “apek”.

Dalam kisah yang beredar, pembeli menggunakan sapaan tersebut ketika ingin membeli makanan dagangannya.

Sebutan itu kemudian dipercaya berkembang menjadi nama empek-empek hingga akhirnya dikenal sebagai pempek.

Meski populer, cerita tersebut belum dapat dipastikan sebagai satu-satunya asal-usul nama pempek. Kisah itu lebih tepat dipahami sebagai tradisi lisan yang diwariskan di tengah masyarakat.

Pempek biasanya disajikan bersama cuko yang dibuat dari gula merah, asam, cabai, dan bawang putih.

Perpaduan rasa manis, asam, serta pedas dari kuah tersebut melengkapi rasa gurih adonan ikan.

Memiliki Beragam Jenis dan Bentuk

Popularitas pempek mendorong munculnya berbagai varian dengan bentuk, tekstur, dan isian berbeda.

Meski begitu, ikan dan sagu tetap menjadi bahan utama dalam banyak resep tradisional.

Pempek lenjer memiliki bentuk memanjang dan biasanya dipotong sebelum disajikan.

Sementara itu, pempek kapal selam dikenal dengan isian telur di bagian tengah yang dibungkus menggunakan adonan ikan dan sagu.

Ada pula pempek adaan yang berbentuk bulat serta pempek kulit yang menggunakan kulit ikan sebagai bahan utama atau campuran adonan. Setiap jenis memiliki karakter rasa dan tekstur tersendiri.

Keberagaman tersebut memberikan pilihan bagi penikmat kuliner untuk menyesuaikan hidangan dengan selera masing-masing.

Namun, penyajian bersama cuko tetap menjadi ciri khas yang melekat pada pempek Palembang.

Menjadi Ikon Kuliner dan Oleh-Oleh Palembang

Pempek tidak hanya menjadi makanan sehari-hari, tetapi juga berkembang sebagai ikon kuliner Palembang. Banyak wisatawan membelinya sebagai oleh-oleh untuk keluarga maupun kerabat.

Usaha pempek turut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, mulai dari pengolahan bahan baku hingga penjualan.

Produk ini dapat ditemukan di warung makan, toko oleh-oleh, rumah makan khusus, serta berbagai platform penjualan daring.

Untuk memudahkan konsumen dari luar daerah, pempek juga tersedia dalam bentuk siap santap maupun beku.

Pengemasan yang praktis membantu makanan ini dipasarkan ke berbagai wilayah Indonesia.

Di tengah perkembangan kuliner modern, pempek tetap dikenal melalui perpaduan ikan, sagu, dan cuko.

Makanan khas Sumatera Selatan ini terus dinikmati oleh berbagai kalangan, baik sebagai camilan, hidangan keluarga, maupun buah tangan dari Palembang.

(Iis Choirrunisa, Magang Politeknik Negeri Madiun)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : RRI, berbagai sumber
Kalesan Sejarah Pempek kuliner palembang pempek