Jawa Pos Radar Lawu - Dalam mengolah berbagai hidangan kuliner, pemilihan bahan menjadi salah satu hal yang dapat memengaruhi hasil akhir makanan.
Salah satunya tepung terigu yang sering digunakan untuk membuat roti, kue, mi, hingga aneka camilan.
Meski sekilas terlihat sama, tepung terigu memiliki beberapa jenis dengan kadar protein yang berbeda.
Perbedaan tersebut membuat setiap jenis tepung mempunyai karakter dan kegunaan masing-masing.
Kandungan protein pada tepung berkaitan dengan pembentukan gluten ketika tepung dicampur dengan air dan diolah menjadi adonan. Gluten membantu memberikan struktur serta elastisitas pada adonan.
Semakin tinggi kadar proteinnya, biasanya semakin banyak gluten yang terbentuk. Kondisi tersebut membuat adonan menjadi lebih kuat dan elastis.
Sebaliknya, tepung dengan kadar protein lebih rendah menghasilkan gluten yang lebih sedikit sehingga teksturnya cenderung ringan dan tidak terlalu kenyal.
Baca Juga: Kenali Bedanya Jahe dan Kencur dari Bentuk hingga Aromanya
Tepung Protein Tinggi untuk Adonan yang Elastis
Tepung terigu protein tinggi umumnya memiliki kadar protein sekitar 12–14 persen. Jenis tepung ini lebih banyak digunakan untuk makanan yang membutuhkan adonan kuat dan elastis.
Beberapa contoh makanan yang cocok menggunakan tepung protein tinggi adalah roti, donat, dan mi.
Kandungan gluten yang lebih tinggi membantu adonan mengembang sekaligus mempertahankan struktur setelah melalui proses pemanggangan atau pemasakan.
Pada pembuatan roti, misalnya, adonan perlu memiliki struktur yang cukup kuat agar mampu menahan gas hasil fermentasi.
Jika menggunakan tepung dengan karakter yang sesuai, roti dapat memiliki tekstur yang lebih kenyal dan tidak mudah hancur.
Tepung protein tinggi juga dapat digunakan untuk berbagai kreasi kuliner lain yang membutuhkan tekstur lebih kokoh. Namun, bukan berarti jenis tepung ini cocok untuk semua makanan.
Jika digunakan pada kue yang seharusnya memiliki tekstur lembut, penggunaan tepung protein tinggi secara berlebihan justru dapat membuat hasil akhirnya lebih padat atau kenyal.
Tepung Protein Rendah Cocok untuk Kue
Berbeda dengan tepung protein tinggi, tepung terigu protein rendah memiliki kandungan protein yang lebih sedikit.
Jenis ini menghasilkan gluten dalam jumlah lebih rendah sehingga cocok untuk makanan yang membutuhkan tekstur ringan.
Tepung protein rendah banyak digunakan dalam pembuatan kue kering, biskuit, cookies, dan beberapa jenis cake.
Hasil adonan biasanya tidak terlalu elastis sehingga tekstur makanan dapat menjadi lebih lembut atau renyah sesuai proses pembuatannya.
Untuk cookies dan kue kering, karakter tepung protein rendah dapat membantu menghasilkan tekstur yang lebih rapuh dan tidak terlalu kenyal.
Sementara pada jenis kue tertentu, tepung ini dapat membantu menghasilkan tekstur yang ringan.
Karena itu, penggunaan tepung sebaiknya tidak hanya didasarkan pada bentuk atau warnanya. Kandungan protein perlu diperhatikan sebelum menentukan bahan yang akan digunakan.
Baca Juga: Pemula Wajib Tahu, Ini Beda Oven Listrik dan Tangkring Sebelum Mulai Baking
Tepung Protein Sedang Bisa Jadi Pilihan Serbaguna
Selain protein tinggi dan rendah, terdapat pula tepung terigu protein sedang. Jenis ini berada di antara keduanya dan cukup sering digunakan untuk berbagai kebutuhan memasak.
Tepung protein sedang dapat digunakan untuk membuat bolu, pancake, waffle, kue basah, hingga beberapa jenis gorengan. Karakternya membuat tepung ini cukup fleksibel untuk digunakan dalam berbagai resep sehari-hari.
Bagi orang yang baru mulai mencoba berbagai resep kuliner di rumah, tepung protein sedang dapat menjadi salah satu pilihan karena penggunaannya cukup luas.
Meski begitu, hasil akhir tetap bergantung pada resep, teknik pengolahan, serta bahan lain yang digunakan.
Jangan Asal Menukar Jenis Tepung
Perbedaan kandungan protein membuat tepung terigu tidak selalu bisa saling menggantikan. Menggunakan jenis tepung yang tidak sesuai dapat memengaruhi tekstur makanan.
Misalnya, membuat roti dengan tepung protein rendah bisa menghasilkan adonan yang kurang elastis.
Sebaliknya, menggunakan tepung protein tinggi untuk kue yang membutuhkan tekstur lembut dapat membuat hasilnya lebih padat.
Hal tersebut bukan berarti tepung protein tinggi atau rendah hanya boleh digunakan untuk satu jenis makanan. Keduanya masih bisa digunakan dalam berbagai resep dengan penyesuaian tertentu.
Namun, memahami karakter dasar tepung akan membantu menentukan pilihan bahan sejak awal.
Dengan begitu, proses membuat makanan menjadi lebih mudah dan hasilnya lebih mendekati tekstur yang diharapkan.
Cara Sederhana Memilih Tepung Terigu
Sebelum membeli tepung, perhatikan keterangan kandungan protein pada kemasan. Untuk membuat roti, donat, atau mi, tepung protein tinggi dapat menjadi pilihan.
Sementara itu, tepung protein rendah lebih sesuai untuk cookies, biskuit, dan berbagai kue yang membutuhkan tekstur ringan.
Jika membutuhkan tepung yang lebih serbaguna, tepung protein sedang bisa digunakan untuk beragam olahan.
(Iis Choirrunisa, Magang Politeknik Negeri Madiun)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : Fimela, berbagai sumber, orami