Dari Restoran Jepang ke Master Chef, Kisah Chef Juna Menekuni Dunia Kuliner

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 10:31 WIB
Junior John Rorimpandey @CumiCumi
Junior John Rorimpandey @CumiCumi

Jawa Pos Radar Lawu - Ketika membahas sosok yang berpengaruh dalam perkembangan tayangan kuliner di Indonesia, Chef Juna menjadi salah satu nama yang cukup dikenal.

Gaya bicaranya yang tegas dan caranya memberikan penilaian membuat kehadirannya mudah dikenali, terutama oleh penonton MasterChef Indonesia.

Namun, perjalanan Juna Rorimpandey hingga dikenal sebagai chef profesional tidak terjadi dalam waktu singkat.

Sebelum menekuni dunia kuliner, ia sempat menjalani pendidikan di bidang teknik perminyakan dan bahkan memiliki keinginan untuk menjadi pilot.

Baca Juga: Bukan Langsung Jadi Juri, Ini Jalan Panjang Chef Renatta Moeloek di Dunia Kuliner

Identitas Chef Juna

Chef Juna memiliki nama lengkap Junior John Rorimpandey dan lebih dikenal publik sebagai Juna Rorimpandey atau Chef Juna. Ia lahir pada 20 Juli 1975.

Informasi mengenai tempat kelahirannya tercatat berbeda dalam sejumlah sumber Indonesia.

Universitas Trisakti menyebut Juna lahir di Manado, Sulawesi Utara.

Ia merupakan keturunan Minahasa dan memiliki marga Rorimpandey.

Namanya semakin dikenal masyarakat setelah dipercaya menjadi salah satu juri Master Chef Indonesia sejak musim pertama yang tayang pada 2011.

Karakter penilaiannya yang tegas kemudian menjadi salah satu ciri khasnya di acara tersebut.

Pernah Menempuh Pendidikan Teknik Perminyakan

Sebelum berkarier sebagai chef, Juna sempat mengambil pendidikan yang tidak berkaitan langsung dengan dunia kuliner.

Ia tercatat sebagai mahasiswa Teknik Perminyakan Universitas Trisakti angkatan 1993.

Pendidikan tersebut tidak sampai diselesaikan. Dalam perjalanan hidupnya, Juna kemudian mengambil keputusan untuk mencoba peruntungan di Amerika Serikat.

Pada 1997, ia berangkat ke Amerika dengan rencana mengikuti pendidikan penerbangan di Texas. Saat itu, cita-citanya adalah menjadi seorang pilot.

Perjalanan di Dapur Berawal dari Restoran Jepang

Rencana untuk menjadi pilot ternyata tidak berjalan seperti yang diharapkan.

Juna kemudian mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya selama berada di Amerika Serikat.

Ia mendapatkan pekerjaan sebagai pelayan di sebuah restoran Jepang.

Dari pekerjaan tersebut, ketertarikannya terhadap dunia memasak mulai tumbuh.

Seorang sushi master di restoran tempatnya bekerja kemudian melihat kemampuan Juna dan memberikan kesempatan untuk belajar memasak dari dasar.

Pengalaman tersebut menjadi awal dari perjalanan panjangnya sebagai chef.

Baca Juga: Bukan Hanya Chef, Ini Profil dan Perjalanan Karier Devina Hermawan di Dunia Kuliner

Kemampuan Juna terus berkembang hingga pada 2002 ia dipercaya menduduki posisi sebagai kepala koki.

Setahun kemudian, ia melanjutkan karier sebagai executive chef di Uptown Sushi, Houston.

Tidak hanya mendalami masakan Jepang, Juna juga memperluas kemampuannya dengan mempelajari teknik kuliner Prancis.

Ia kemudian bergabung dengan The French Laundry di California, restoran yang dikenal memiliki standar tinggi dalam pengolahan dan penyajian makanan.

Pengalaman bekerja di sejumlah restoran tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk keterampilan serta kedisiplinan Juna di dapur.

Kembali ke Indonesia dan Menjadi Executive Chef

Setelah cukup lama membangun karier di Amerika Serikat, Juna akhirnya kembali ke Indonesia.

Ia kemudian dipercaya menjadi Executive Chef di restoran Jack Rabbit, Jakarta.

Berbagai pengalaman yang diperolehnya selama bekerja di restoran membuat Juna memiliki standar kerja yang cukup ketat. Baginya, kualitas hidangan tidak hanya berkaitan dengan rasa.

Teknik memasak, kebersihan, penataan makanan, komposisi, hingga detail penyajian juga menjadi bagian yang diperhatikan.

Karakter tersebut kemudian terlihat jelas ketika ia menjadi juri dalam kompetisi memasak.

Dikenal Luas Lewat Master Chef Indonesia

Nama Chef Juna semakin populer setelah bergabung sebagai juri MasterChef Indonesia sejak musim pertama pada 2011.

Cara Juna memberikan komentar kepada peserta menjadi salah satu hal yang membuat sosoknya mudah diingat.

Ia dikenal memberikan kritik secara langsung ketika menemukan kesalahan dalam masakan maupun penyajian.

Ketelitiannya terhadap hidangan bahkan membuatnya mendapat julukan “polisi piring” dari peserta Master Chef Indonesia. 

Julukan tersebut berkaitan dengan perhatiannya terhadap cara makanan disusun dan disajikan di atas piring.

Tidak hanya mencicipi masakan, Juna juga memperhatikan berbagai detail yang dapat memengaruhi penilaian sebuah hidangan.

Sikap tersebut menjadi salah satu karakter yang melekat pada dirinya selama menjadi juri.

Popularitasnya sebagai juri juga terus bertahan. Pada Master Chef Indonesia Season 13, Juna kembali hadir sebagai juri bersama Chef Karen Carlotta dan Chef Norman Ismail. Musim tersebut mulai ditayangkan pada Desember 2025.

Tidak Menempuh Sekolah Kuliner

Ada hal menarik dari perjalanan profesional Chef Juna. Ia tidak memperoleh profesinya melalui pendidikan formal di sekolah kuliner.

Kemampuan memasaknya justru berkembang melalui pengalaman bekerja langsung di dapur, belajar dari chef yang lebih berpengalaman, serta menjalani proses panjang di berbagai restoran.

Perjalanannya dari seorang pelayan restoran hingga dipercaya menjadi executive chef menunjukkan bagaimana pengalaman dapat menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan di bidang kuliner.

(Iis Choirrunisa, Magang Politeknik Negeri Madiun)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : IDN Times, berbagai sumber
Juna Rorimpandey Chef Juna Perjalanan Chef Juna kuliner Master Chef