Sekilas Sulit Dibedakan, Ternyata Ini yang Membedakan Jeruk Purut dan Jeruk Nipis

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 11:56 WIB
Ilustrasi Jeruk Purut dan Jeruk Nipis
Ilustrasi Jeruk Purut dan Jeruk Nipis

Jawa Pos Radar Lawu - Beragam bahan sederhana dapat memberikan perubahan besar pada cita rasa masakan.

Dalam kuliner Indonesia, penggunaan jeruk menjadi salah satu cara untuk menambahkan rasa segar sekaligus memperkuat aroma hidangan.

Di antara banyak jenis jeruk yang digunakan di dapur, jeruk purut dan jeruk nipis termasuk yang cukup sering dijumpai.

Keduanya sama-sama memiliki rasa asam dan kerap digunakan sebagai pelengkap makanan.

Meski sekilas terlihat serupa, jeruk purut dan jeruk nipis sebenarnya memiliki karakter yang berbeda.

Perbedaan tersebut dapat dilihat dari bentuk kulit, aroma, rasa, hingga cara penggunaannya dalam masakan.

Baca Juga: Sering Tertukar Saat Memasak? Ini 5 Perbedaan Merica dan Ketumbar

Mengenal Jeruk Purut

Jeruk purut merupakan salah satu jenis jeruk yang banyak dimanfaatkan sebagai pelengkap masakan. Buah ini dikenal memiliki kulit yang tebal, kasar, bergelombang, dan tampak keriput.

Warna kulitnya umumnya hijau tua. Ukurannya juga relatif kecil jika dibandingkan dengan beberapa jenis jeruk lainnya.

Salah satu ciri yang paling mudah dikenali dari jeruk purut adalah aromanya yang kuat.

Bagian kulit dan daunnya sama-sama memiliki aroma khas yang sering digunakan untuk memberikan wangi pada berbagai masakan.

Dalam kuliner Indonesia, jeruk purut dapat ditemukan pada sejumlah hidangan berbumbu.

Kulitnya juga dapat digunakan untuk memberikan aroma pada bumbu, sementara daunnya kerap dimasukkan ke dalam masakan.

Mengenal Jeruk Nipis

Berbeda dengan jeruk purut, jeruk nipis lebih sering dimanfaatkan bagian air atau perasannya.

Buah ini memiliki bentuk yang cenderung bulat dengan kulit berwarna hijau dan permukaan yang lebih halus.

Jeruk nipis dikenal mempunyai rasa asam yang cukup kuat dan menyegarkan. Karena karakter tersebut, perasannya sering digunakan untuk menambah rasa pada makanan maupun minuman.

Jeruk nipis juga menjadi salah satu jenis jeruk yang dimanfaatkan sebagai bumbu dapur.

Buah ini dapat digunakan untuk memberikan rasa segar sekaligus membantu mengurangi aroma amis pada bahan makanan seperti ikan dan daging.

Perbedaan Jeruk Purut dan Jeruk Nipis

Meskipun sama-sama berwarna hijau dan memiliki rasa asam, terdapat beberapa hal yang dapat digunakan untuk membedakan jeruk purut dan jeruk nipis.

1. Bentuk dan Tekstur Kulit

Perbedaan paling mudah terlihat dari bagian luar buah. Jeruk purut mempunyai kulit yang kasar, tebal, bergelombang, dan keriput.

Sementara itu, jeruk nipis memiliki permukaan kulit yang relatif lebih halus.

Bentuk buahnya juga cenderung bulat sehingga lebih mudah dikenali ketika diletakkan berdampingan dengan jeruk purut.

2. Aroma

Dari segi aroma, jeruk purut memiliki wangi yang lebih kuat dan khas.

Aroma tersebut terutama terasa pada kulit serta daunnya sehingga sering dimanfaatkan untuk memperkuat aroma masakan.

Jeruk nipis juga memiliki aroma segar, tetapi karakter wanginya berbeda.

Buah ini lebih dikenal karena rasa asam dan kesegarannya dibandingkan aroma kulit yang kuat seperti pada jeruk purut.

Baca Juga: Dibalik Kuah Hitamnya Rawon, Ada Kluwek dengan Cita Rasa yang Unik dari Pohon Kepayang

3. Rasa

Jeruk nipis memiliki rasa asam yang segar dan cukup dominan. Karena itu, air perasannya sering digunakan sebagai pelengkap makanan atau minuman.

Jeruk purut juga memiliki rasa asam, tetapi karakter aromanya lebih menonjol. Penggunaan buah ini dalam masakan sering berkaitan dengan aroma khas yang ingin ditambahkan pada hidangan.

4. Bagian yang Sering Digunakan

Jeruk purut cukup unik karena bukan hanya buahnya yang dimanfaatkan. Kulit dan daunnya juga banyak digunakan dalam berbagai masakan.

Kulit jeruk purut dapat diparut atau dihaluskan bersama bumbu. Daunnya juga sering dimasukkan ke dalam masakan untuk memberikan aroma segar.

Sementara itu, bagian jeruk nipis yang paling sering digunakan adalah air perasannya.

Perasan tersebut dapat ditambahkan ke sambal, soto, sup, makanan laut, hingga minuman.

Penggunaan dalam Masakan Berbeda

Perbedaan karakter membuat kedua jeruk tersebut memiliki fungsi yang tidak selalu sama di dapur.

Jeruk purut lebih sering digunakan ketika masakan membutuhkan aroma jeruk yang kuat.

Daunnya dapat menjadi bagian dari bumbu untuk berbagai hidangan, sedangkan kulitnya dapat digunakan sebagai tambahan aroma.

Jeruk nipis lebih banyak digunakan sebagai pemberi rasa asam dan segar.

Air perasannya cocok ditambahkan setelah makanan matang, terutama pada sajian yang membutuhkan sentuhan rasa asam.

Dalam beberapa masakan, jeruk nipis juga digunakan untuk membantu mengurangi bau amis pada ikan atau daging. Penggunaannya cukup umum pada berbagai hidangan Indonesia.

Jangan Keliru Saat Menggunakannya

Sekilas memang tidak sulit menganggap jeruk purut dan jeruk nipis sebagai buah yang sama. Keduanya sama-sama berwarna hijau, berukuran kecil, dan mempunyai rasa asam.

Namun, karakter keduanya cukup berbeda. Jeruk purut lebih mudah dikenali dari kulitnya yang kasar dan bergelombang serta aroma yang kuat.

Sementara jeruk nipis memiliki kulit yang lebih halus dan lebih banyak dimanfaatkan untuk diambil airnya.

Memahami perbedaan tersebut akan membantu menentukan jeruk yang tepat ketika memasak.

Terlebih dalam kuliner Indonesia, penggunaan jeruk bukan hanya untuk menambah rasa, tetapi juga dapat memberikan aroma khas pada hidangan.

(Iis Choirrunisa, Magang Politeknik Negeri Madiun)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : Hortikultura, Fimela, berbagai sumber
Jeruk Nipis Jeruk Purut Perbedaan jeruk nipis dan jeruk Purut kuliner bumbu dapur