Sepiring Pecel Madiun Punya Cerita Panjang, dari Tradisi Mataraman hingga Kini

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 14:52 WIB
Nasi Pecel Madiun @Good News
Nasi Pecel Madiun @Good News

Jawa Pos Radar Lawu - Sepiring nasi, sayuran rebus, sambal kacang, serta aneka lauk mungkin terlihat sederhana.

Namun, bagi masyarakat Madiun, perpaduan tersebut memiliki cerita panjang yang membuatnya begitu lekat dengan identitas daerah.

Nasi pecel menjadi salah satu kuliner yang paling mudah ditemukan ketika berkunjung ke Madiun.

Dari warung sederhana, pasar tradisional, hingga pusat kuliner, sajian ini terus bertahan dan berkembang mengikuti zaman.

Baca Juga: Dari Nasi Pecel hingga Tahu Takwa, Kuliner Favorit Para Santri Lirboyo Kediri, Nomor 6 Cocok Dinikmati saat Hujan!

Berasal dari Tradisi Kuliner Mataraman

Pecel Madiun tidak muncul sebagai makanan yang berdiri sendiri.

Pemerintah Kota Madiun menyebut pecel sebagai bagian dari kuliner khas daerah Mataraman yang tersebar di wilayah yang dahulu berada dalam pengaruh Panembahan Senopati.

Karena itu, sejarah pecel memiliki kaitan dengan tradisi kuliner masyarakat Jawa, khususnya kawasan Mataraman.

Meski begitu, tidak ada satu catatan yang dapat memastikan secara tepat kapan nasi pecel pertama kali dibuat di Madiun.

Penyebarannya lebih banyak berlangsung melalui kebiasaan masyarakat dan tradisi kuliner yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Ciri Khas Ada pada Sambal Pecelnya

Salah satu bagian yang membuat nasi pecel Madiun mudah dikenali adalah sambalnya.

Sambal pecel dibuat dari kacang tanah yang dipadukan dengan cabai, gula, garam, serta berbagai bumbu.

Beberapa produsen di Madiun juga mempertahankan cara pengolahan secara tradisional dengan menumbuk bahan menggunakan alat sederhana.

Salah satunya usaha Sambal Pecel Jeruk Purut yang tercatat telah mempertahankan resep keluarga sejak era 1970-an.

Pemiliknya menyebut usaha tersebut awalnya berasal dari kegiatan sang ibu yang berjualan nasi pecel sebelum kemudian berfokus memproduksi sambal pecel pada sekitar 1980-an.

Disajikan dengan Sayuran dan Lauk

Nasi pecel Madiun umumnya terdiri dari nasi dan berbagai sayuran yang kemudian disiram sambal pecel.

Sayuran yang digunakan dapat berupa kacang panjang, tauge, daun singkong, kenikir, atau sayuran lain sesuai kebiasaan penjual.

Hidangan tersebut biasanya semakin lengkap dengan tambahan lauk seperti tempe, tahu, telur, rempeyek, hingga berbagai gorengan.

Cara penyajian yang sederhana inilah yang membuat nasi pecel mudah diterima berbagai kalangan.

Baca Juga: Empat Rekomendasi Tempat Nasi Pecel Khas Madiun, Cocok untuk Kulineran saat Libur Nataru

Pincuk Menjadi Bagian dari Tradisinya

Selain rasa sambal, penyajian nasi pecel menggunakan pincuk juga menjadi bagian yang cukup lekat dengan kuliner Madiun.

Daun pisang yang dibentuk seperti wadah membuat sajian terasa lebih tradisional.

Tradisi tersebut masih dapat dijumpai di sejumlah warung dan kegiatan kuliner di Madiun.

Pemerintah Kota Madiun bahkan pernah menggelar Festival Pecel Pincuk sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kuliner khas tersebut.

Tetap Bertahan di Tengah Perubahan Zaman

Popularitas nasi pecel Madiun juga terus dipertahankan melalui berbagai sentra kuliner.

Pemerintah Kota Madiun bahkan membuka Sentra Pecel Madiun di Jalan Cokroaminoto yang beroperasi 24 jam untuk memberikan akses kepada masyarakat dan wisatawan yang ingin menikmati kuliner tersebut.

Kini, nasi pecel bukan hanya makanan yang dicari warga lokal. Sajian tersebut juga menjadi salah satu kuliner yang diperkenalkan kepada wisatawan ketika berkunjung ke Madiun.

Dari sepiring nasi dengan sayuran dan sambal kacang, pecel berkembang menjadi bagian dari identitas daerah.

Rasanya boleh sederhana, tetapi perjalanan budayanya membuat nasi pecel Madiun memiliki tempat tersendiri dalam kuliner Jawa Timur.

(Iis Choirrunisa, Magang Politeknik Negeri Madiun)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : Pendekar Media Kota Madiun, Pemerintah Kota Madiun, berbagai sumber
Sejarah Nasi Pecel kuliner nasi pecel kuliner madiun Madiun