Jawa Pos Radar Lawu - Dunia kuliner tidak hanya ramai di meja makan.
Perkembangan media sosial membuat pengalaman mencicipi makanan bisa dibagikan kepada jutaan orang hanya melalui sebuah video.
Salah satu sosok yang cukup dikenal dalam dunia konten kuliner Indonesia Farida Nurhan.
Perempuan yang akrab disapa Omay tersebut dikenal sebagai food vlogger yang kerap membagikan pengalaman mencicipi berbagai makanan melalui media sosial.
Gaya bicaranya yang spontan dan ekspresif menjadi salah satu ciri khas kontennya.
Lantas, siapa sebenarnya Farida Nurhan dan bagaimana perjalanan kariernya hingga dikenal sebagai food vlogger?
Baca Juga: Dikenal Lewat Konten Kuliner, Siapa Sibungbung yang Identitasnya Masih Jadi Misteri?
Identitas Farida Nurhan
Farida Nurhan lahir di Lumajang, Jawa Timur, pada 3 September 1982. Ia lebih dikenal dengan sapaan Rida atau Omay.
Sebelum terjun sebagai kreator konten, Farida sempat menjalani pekerjaan sebagai pekerja migran di Singapura dan Hong Kong.
Setelah kembali ke Indonesia, ia kemudian menekuni pekerjaan di bidang properti.
Perjalanan tersebut kemudian membawanya ke dunia digital. Pada 2017, Farida mulai mengembangkan kanal YouTube dengan konten yang berhubungan dengan makanan dan kuliner.
Dikenal Lewat Konten Kuliner
Konten Farida Nurhan banyak menampilkan aktivitas mencicipi makanan di berbagai tempat.
Tidak hanya restoran, ia juga beberapa kali mengangkat makanan dari warung dan tempat makan sederhana.
Salah satu hal yang membuat kontennya mudah dikenali adalah gaya pembawaan yang santai dan ekspresif.
Ia juga memiliki jargon “Awur-awur emplok” yang kerap muncul ketika membuat konten kuliner.
Makanan pedas juga cukup sering muncul dalam konten yang dibuatnya.
Karena itu, sosok Omay kemudian memiliki karakter tersendiri di tengah banyaknya kreator yang mengangkat tema makanan.
Baca Juga: Bukan Langsung Jadi Juri, Ini Jalan Panjang Chef Renatta Moeloek di Dunia Kuliner
Tidak Hanya Membuat Konten
Aktivitas Farida Nurhan di dunia kuliner juga berkembang ke ranah bisnis.
Ia pernah menjalankan usaha kuliner yang menggunakan resep serta produk olahan makanan, termasuk sambal dan frozen food.
Perjalanan Farida menunjukkan bahwa profesi food vlogger tidak sebatas merekam makanan lalu mengunggahnya ke media sosial.
Konten kuliner juga dapat berkembang menjadi personal branding, kerja sama dengan berbagai pihak, hingga peluang bisnis.
Dengan gaya khas dan pengalaman panjang, Farida Nurhan menunjukkan bahwa ketertarikan pada makanan bisa menjadi profesi di era digital.
(Iis Choirrunisa, Magang Politeknik Negeri Madiun)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : IDN Times