Kuliner Legendaris Nasi Jamblang Berasal dari Cirebon yang Bikin Kangen

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 14:19 WIB
Nasi Jamblang Pedesan. Foto: Etnis.id
Nasi Jamblang Pedesan. Foto: Etnis.id

Jawa Pos Radar Lawu - Berkunjung ke Cirebon rasanya belum lengkap tanpa mencicipi nasi Jamblang.

Kuliner satu ini memiliki tampilan sederhana, tetapi menyimpan cerita panjang yang membuatnya tetap dikenal hingga sekarang.

Ciri paling mudah dikenali terletak pada pembungkusnya.

Nasi putih dibalut menggunakan daun jati sehingga memberikan tampilan yang khas dan berbeda dari sajian nasi pada umumnya.

Porsinya pun tidak terlalu besar. Satu bungkus nasi Jamblang biasanya hanya seukuran genggaman tangan orang dewasa.

Namun, ukuran tersebut justru membuat penikmatnya leluasa memilih beragam lauk pendamping.

Daun Jati Jadi Ciri Khas

Nasi Jamblang pada dasarnya dibuat dari beras yang dimasak seperti nasi putih biasa. Setelah matang, nasi tidak langsung dibungkus.

Nasi terlebih dahulu didinginkan dengan cara diangin-anginkan. Setelah suhunya turun, barulah nasi dibungkus menggunakan daun jati.

Baca Juga: Resep Nasi Bakar Ayam Suwir Kemangi, Gurih Pedas dengan Aroma Daun Pisang

Proses tersebut menjadi bagian penting dalam penyajian nasi Jamblang.

Daun jati digunakan sebagai pembungkus karena memiliki pori-pori yang membantu menjaga kondisi nasi. 

Lauknya Bikin Susah Memilih

Daya tarik nasi Jamblang tidak hanya berasal dari daun jati. Pilihan lauk yang tersedia juga menjadi alasan kuliner ini begitu digemari.

Pengunjung bisa menemukan berbagai menu seperti sambal goreng, tahu sayur, paru, semur hati atau daging, perkedel, sate kentang hingga telur.

Ada pula semur ikan, ikan asin, tahu dan tempe.

Salah satu menu yang cukup khas adalah blakutak. Hidangan ini berupa cumi-cumi yang dimasak bersama tintanya sehingga memiliki warna gelap dan cita rasa yang kuat.

Berawal dari Masa Kolonial

Di balik seporsi nasi Jamblang terdapat cerita sejarah yang berkaitan dengan masa penjajahan Belanda.

Salah satu kisah yang berkembang menyebutkan bahwa nasi Jamblang berkaitan dengan pembangunan Jalan Raya Anyer-Panarukan pada masa pemerintahan Hindia Belanda.

Baca Juga: Nasi Jagung dan Osik Daging, Sajian Tradisional Khas Madura untuk Keluarga

Pembangunan jalan tersebut melibatkan banyak pekerja yang membutuhkan pasokan makanan.

Masyarakat Desa Jamblang di Cirebon kemudian menyiapkan nasi dalam bungkusan daun jati untuk dibagikan kepada para pekerja.

Dari wilayah asal itulah nama nasi Jamblang kemudian dikenal.

Mang Dul, Salah Satu yang Legendaris

Cirebon memiliki banyak tempat yang menyajikan nasi Jamblang.

Salah satu nama yang telah lama dikenal adalah Nasi Jamblang Mang Dul di Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo.

Warung tersebut didirikan Abdul Rojak atau yang akrab dipanggil Mang Dul pada 1968.

Selama bertahun-tahun, tempat makan ini menjadi salah satu tujuan pencinta nasi Jamblang ketika berada di Cirebon.

Menu seperti sambal goreng, tempe goreng, perkedel dan olahan daging menjadi beberapa pilihan yang dapat dinikmati bersama nasi Jamblang.

Cita rasa sambalnya menjadi salah satu bagian yang kerap diperbincangkan oleh pelanggan.

Perpaduan rasa yang tidak terlalu manis maupun terlalu pedas membuatnya cocok dipadukan dengan berbagai lauk.

Kuliner Sederhana yang Tetap Dicari

Nasi Jamblang menunjukkan bagaimana makanan sederhana bisa memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan kuliner sebuah daerah.

Bungkusan daun jati, porsi nasi yang mungil, serta pilihan lauk yang beragam menjadi identitas yang sulit dipisahkan dari sajian khas Cirebon tersebut.(*)

(Azarine Nirwasita Zada, Magang Politeknik Negeri Madiun)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : kompasiana.com, berbagai sumber
Nasi Jamblang Mang Dul kuliner legendaris cirebon nasi jamblang