Satu Piring yang Merangkum Rasa Laut dan Daratan Maluku

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:00 WIB
Source: CNN Indonesia
Source: CNN Indonesia

Jawa Pos Radar Lawu - Maluku tidak hanya dikenal dengan laut biru dan kekayaan rempahnya, tetapi juga memiliki beragam kuliner yang memanfaatkan hasil alam di sekitarnya. Salah satunya adalah Kohu-Kohu, hidangan sederhana yang mampu mempertemukan cita rasa dari daratan dan laut dalam satu sajian.

Sekilas, tampilannya mungkin mengingatkan pada urap. Namun, Kohu-Kohu memiliki karakter tersendiri karena menggunakan ikan suwir sebagai salah satu bahan utamanya. Perpaduan sayuran, kelapa, dan ikan inilah yang membuatnya berbeda dari hidangan sayuran lainnya.

Ketika Hasil Kebun dan Laut Bertemu

Bahan Kohu-Kohu cukup sederhana. Hidangan ini dapat menggunakan tauge, kacang panjang, timun, daun kemangi, kelapa parut, dan ikan, khususnya ikan cakalang asar. Bahan-bahan tersebut kemudian dicampur dengan bumbu khas sehingga menghasilkan sajian yang kaya rasa.

Dari bahan-bahannya saja sudah terlihat bagaimana Kohu-Kohu menggambarkan kehidupan masyarakat Maluku. Sayuran dan kelapa mewakili hasil dari daratan, sementara ikan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat kepulauan.

Bukan Urap Meski Sekilas Mirip

Kesamaan penggunaan sayuran dan kelapa membuat Kohu-Kohu sering dianggap mirip dengan urap. Namun, ada satu bahan yang membuat keduanya cukup berbeda, yaitu ikan suwir.

Menurut informasi dari Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, ikan menjadi salah satu ciri yang membedakan Kohu-Kohu dari urap-urap. Ikan yang digunakan kemudian dicampurkan bersama sayuran dan kelapa sehingga memberikan rasa gurih yang lebih kuat.

Ada Sensasi Asam yang Menyegarkan

Kohu-Kohu tidak hanya mengandalkan rasa gurih. Sajian ini juga memiliki sentuhan asam yang membuat rasanya terasa lebih segar.

Dalam penyajiannya, Kohu-Kohu dapat menggunakan lemon cina atau jeruk kasturi. Perasan jeruk tersebut memberikan rasa asam yang berpadu dengan gurihnya kelapa dan ikan serta segarnya sayuran.

Hasilnya adalah perpaduan rasa yang cukup lengkap dalam satu piring: gurih dari kelapa dan ikan, segar dari sayuran, serta asam dari jeruk.

Bisa Dinikmati dengan Berbagai Pendamping

Kohu-Kohu dapat disantap sebagai lauk pendamping nasi. Namun, kuliner ini juga dapat dinikmati bersama lontong maupun singkong rebus, sehingga tidak selalu harus disajikan dengan nasi.

Cara menikmatinya yang sederhana justru memperlihatkan karakter kuliner tradisional Maluku yang memanfaatkan bahan-bahan lokal tanpa harus mengolahnya secara berlebihan.

Sederhana tetapi Punya Cerita

Di balik tampilannya yang sederhana, Kohu-Kohu sebenarnya menggambarkan hubungan masyarakat Maluku dengan lingkungan tempat mereka tinggal.

Sayuran, kelapa, dan hasil laut dipertemukan menjadi satu hidangan. Karena itu, Kohu-Kohu bukan hanya soal rasa, tetapi juga menjadi gambaran bagaimana kekayaan alam Maluku dapat hadir langsung di meja makan.

Satu piring Kohu-Kohu seolah membawa dua dunia sekaligus: hasil kebun dari daratan dan hasil laut dari perairan Maluku. (*)

(Magang, Anggie Putri Wijayanti - Universitas Negeri Surabaya)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
makanan khas maluku kohu kohu kuliner maluku