Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Kreasi Tak Biasa! Tahu Takwa Kediri Disulap Jadi Isian Cokelat, Rasanya Di Luar Dugaan

Tim Content Writer Radar Lawu • Senin, 6 Juli 2026 | 08:41 WIB
Source : INOVATIF: Linawati, warga Desa Turus, menunjukkan beberapa produk olahan cokelat yang dia kreasikan dengan sentuhan lokal
Source : INOVATIF: Linawati, warga Desa Turus, menunjukkan beberapa produk olahan cokelat yang dia kreasikan dengan sentuhan lokal

Jawa Pos Radar Lawu - Di balik popularitas tahu takwa sebagai oleh-oleh khas Kediri, lahir sebuah inovasi yang tak banyak orang bayangkan.

Bukan lagi disajikan sebagai lauk atau camilan gurih, tahu takwa kini hadir berpadu dengan cokelat menjadi kudapan bercita rasa unik.

Kreasi tersebut menjadi bukti bahwa kuliner tradisional bisa tampil lebih modern tanpa kehilangan identitas daerahnya.

Produk tersebut dikembangkan oleh Linawati, pelaku UMKM asal Desa Turus, Kecamatan Gampengrejo, Kediri.

Melalui berbagai eksperimen, ia berhasil menciptakan cokelat tahu yang kini menjadi salah satu produk andalannya, selain cokelat Dubai dan stik brownies.

Baca Juga: 4 Kuliner Malam Hidden Gem di Surabaya yang Jarang Diketahui, Nomor Terakhir Bikin Ketagihan

Awal Mula Usaha Berangkat dari Produk Tradisional

Linawati mulai menekuni usaha rumahan pada 2017.

Pada masa awal, ia lebih banyak memproduksi onde-onde mletek.

Namun, ia melihat pangsa pasar produk tersebut masih terbatas karena mayoritas diminati kalangan tertentu.

Berbekal keinginan menghadirkan produk yang lebih luas peminatnya, ia mulai bereksperimen membuat aneka olahan berbahan cokelat.

Hasilnya, lahirlah beberapa produk dengan merek Putriana, nama yang diambil dari putrinya.

Kini, merek tersebut memproduksi beragam camilan, mulai dari cokelat tahu, cokelat Dubai, hingga stik brownies.

Inspirasi Cokelat Tahu Berawal dari Produk Tempe Cokelat

Tahu Takwa Menjadi Sentuhan Khas Kediri

Ide membuat cokelat tahu muncul ketika Linawati melihat produk cokelat berisi tempe yang diproduksi pelaku usaha di Ngawi.

Ia kemudian mengembangkan konsep serupa dengan memanfaatkan tahu takwa, makanan yang telah lama menjadi ikon kuliner Kediri.

Dalam proses pembuatannya, tahu dipotong kecil-kecil lalu digoreng hingga benar-benar kering.

Setelah itu, potongan tahu dicampurkan ke dalam adonan cokelat.

Teknik tersebut menghasilkan sensasi berbeda.

Potongan tahu berubah menjadi renyah sehingga memberikan tekstur menyerupai kacang ketika dinikmati bersama cokelat.

Perpaduan rasa manis dan gurih inilah yang membuat produk tersebut memiliki karakter tersendiri dibandingkan cokelat pada umumnya.

Cokelat Dubai Ikut Menjadi Produk Favorit

Selain cokelat tahu, Linawati juga memproduksi cokelat Dubai yang belakangan banyak diminati masyarakat.

Tingginya tren camilan tersebut membuat permintaan terus meningkat.

Agar dapat dijangkau lebih banyak konsumen, ia melakukan berbagai penyesuaian dalam proses produksi sehingga harga jual tetap kompetitif tanpa mengurangi kualitas produk.

Seluruh produk yang dipasarkan merupakan hasil produksi rumahan (homemade).

Produk-produk tersebut juga telah mengantongi izin PIRT serta sertifikat halal sehingga memberikan rasa aman bagi konsumen.

Dipasarkan hingga Luar Kota

Produk Putriana tidak hanya dipasarkan di wilayah Kediri.

Berbagai pusat oleh-oleh dan toko di Kediri maupun Nganjuk telah menjadi mitra pemasaran.

Sementara itu, permintaan dari luar daerah juga terus berdatangan.

Pengiriman ke kota seperti Surabaya dan Probolinggo dilakukan melalui layanan ekspedisi sehingga produk dapat dinikmati masyarakat di berbagai wilayah.

Harga Masih Ramah di Kantong

Meski menawarkan konsep yang unik, harga produk tetap tergolong terjangkau.

Beberapa kisaran harga produk antara lain:

Dengan harga tersebut, produk-produk Putriana menjadi alternatif oleh-oleh khas Kediri yang menghadirkan pengalaman rasa berbeda.

Baca Juga: Liburan ke Malioboro Belum Lengkap Tanpa Mencicipi 9 Kuliner Legendaris Ini

Inovasi Kuliner Lokal yang Bernilai Tambah

Inovasi mengolah tahu takwa menjadi isian cokelat menunjukkan bahwa makanan khas daerah masih memiliki peluang besar untuk terus berkembang.

 Melalui kreativitas pelaku UMKM, bahan pangan yang selama ini identik dengan cita rasa gurih dapat tampil dalam bentuk baru yang lebih modern dan menarik berbagai kalangan.

Tak hanya memperkaya pilihan oleh-oleh khas Kediri, produk seperti cokelat tahu juga menjadi contoh bagaimana kekayaan kuliner lokal dapat memiliki nilai tambah melalui inovasi, tanpa meninggalkan identitas yang sudah melekat sebagai ciri khas daerah.

Iis Choirrunisa, Politeknik Negeri Madiun

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
#Tahu Takwa Kediri #Cokelat Tahu #Cokelat Dubai #Oleh-Oleh Kediri #UMKM Kediri