KUNINGAN, Jawa Pos Radar Lawu – Selain dikenal dengan wisata alamnya, Kabupaten Kuningan juga memiliki beragam kuliner khas yang patut dicoba. Mulai dari makanan tradisional hingga tempat makan modern, semuanya menawarkan cita rasa khas Sunda yang lezat dan terjangkau.
Berikut lima rekomendasi kuliner favorit di Kuningan:
1. Kupat Tahu Top Hj. Ma Iroh
Kuliner legendaris ini terkenal dengan menu hucap (kupat tahu kecap) yang sudah ada sejak tahun 1980-an. Rasanya gurih, manis, dan khas, menjadikannya favorit untuk sarapan masyarakat. Harga per porsi sangat terjangkau, sekitar Rp10.000–Rp15.000.
Baca Juga: Macet Parah Gilimanuk Capai 20 Km, Pemudik Terjebak Belasan Jam saat Arus Mudik Lebaran 2026
2. Tahu Kopeci
Tempat ini dikenal sebagai jajanan khas Kuningan yang sederhana namun nikmat. Tahu goreng disajikan dengan bumbu khas yang renyah di luar dan lembut di dalam. Cocok sebagai camilan murah meriah bagi wisatawan.
3. Grage Lanai Resto
Restoran ini menawarkan suasana makan dengan pemandangan alam yang asri, berlatar Gunung Ciremai. Menu yang disajikan beragam, mulai dari ayam goreng, ikan, hingga masakan khas Sunda lainnya.
Baca Juga: Lari Malam saat Ramadan, Alternatif Olahraga Sehat bagi yang Sibuk di Siang Hari
Daya tarik utamanya adalah kombinasi kuliner dan panorama alam yang menenangkan.
4. Rumah Makan Kita
Tempat makan ini menyajikan aneka masakan Sunda seperti empal gepuk, ayam kampung, hingga gurame dengan harga terjangkau. Cocok untuk makan siang bersama keluarga dengan porsi yang cukup besar.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Rabu, 18 Maret 2026: Leo Bersinar, Virgo Temukan Solusi
5. Tamkot Kitchen
Kuliner kekinian ini menjadi favorit anak muda. Menyajikan berbagai menu modern dan jajanan dengan suasana santai di sekitar taman kota. Tempat ini cocok untuk nongkrong sambil menikmati kuliner malam di Kuningan.
Keberagaman kuliner di Kuningan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Mulai dari makanan tradisional legendaris hingga tempat makan modern, semuanya menghadirkan pengalaman kuliner yang khas dan tak terlupakan.
Editor : Nur Wachid