Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Kuliner Legendaris di Madiun yang Wajib Dicoba Pemudik, Ada yang Eksis Sejak 1942

Mizan Ahsani • Jumat, 27 Februari 2026 | 17:00 WIB

Photo
Photo

Jawa Pos Radar Lawu - Berkunjung ke Madiun tak lengkap tanpa mencicipi kuliner legendarisnya yang sudah bertahan puluhan tahun.

Dari nasi pecel hingga soto bening yang melegenda, deretan warung lawas ini bukan sekadar tempat makan, melainkan penjaga rasa dan sejarah Kota Gadis.

Bagi para pemudik yang melintas atau pulang kampung ke Madiun, mencicipi kuliner legendaris bisa menjadi cara sederhana melepas rindu pada cita rasa masa kecil yang autentik dan tak berubah oleh waktu.

Di tengah derasnya tren kuliner modern, tempat-tempat ini tetap bertahan dengan resep turun-temurun, menjaga konsistensi rasa, dan menghadirkan pengalaman makan yang penuh nostalgia.

Baca Juga: Warung Tepo Tahu Mbok Rini, Legenda Kuliner Madiun yang Bertahan Lebih dari 40 Tahun

Berikut 7 kuliner legendaris di Madiun yang wajib Anda coba.

1. Nasi Pecel 99 Madiun, Favorit Sejak 1987

Nasi Pecel 99 Madiun telah menjadi ikon sarapan warga sejak 1987. Bahkan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, pernah beberapa kali singgah di warung ini.

Kekuatan utamanya terletak pada sambal pecel yang konsisten: manis, gurih, sedikit pedas dengan aroma daun jeruk yang khas.

Disajikan di atas pincuk daun pisang, aromanya menggugah selera.

Selain pecel, tersedia nasi rawon, nasi bali, dan garang asem.
Harga: mulai Rp9 ribu
Lokasi: Jl. Cokroaminoto No.99, Kejuron, Taman
Jam buka: 05.30–23.00 WIB

Bagi pemudik yang tiba pagi hari, tempat ini cocok jadi tujuan sarapan sebelum melanjutkan perjalanan.

2. Soto Ayam Kondang, Bertahan Sejak 1942

Soto Ayam Kondang sudah eksis sejak 1942 dan tetap mempertahankan kuah segarnya hingga kini.

Kuah beningnya ringan namun gurih, disajikan dengan tambahan telur dan suwiran ayam. Porsinya cukup besar dan mengenyangkan.

Harga: Rp20 ribu
Lokasi: Jl. Cokroaminoto No.58, Kejuron, Taman
Jam buka: 06.30–13.30 WIB / 18.00–21.00 WIB

Tak sedikit pemudik yang sengaja mampir ke sini untuk menghangatkan badan setelah perjalanan jauh.

3. Dawet Suronatan, Manis Segar Sejak 1962

Dawet Suronatan menjadi pelepas dahaga favorit sejak 1962.

Dalam satu porsi terdapat ketan hitam, tapai singkong, dawet, bubur sumsum, dan gula jawa. Rasanya manis menyegarkan dengan santan gurih yang pas.

Harga: Rp10 ribuan
Lokasi: Jl. Merbabu No.10, Pangongangan, Manguharjo
Jam buka: 08.00–15.00 WIB

Lokasinya dekat Alun-Alun Madiun, cocok jadi tempat singgah santai bersama keluarga saat arus mudik dan balik.

4. Gado-Gado & Tahu Campur Pak Tomo, Resep 1984

Gado-Gado & Tahu Campur Pak Tomo dikenal dengan saus kacangnya yang dibuat segar saat dipesan.

Tahu campurnya memadukan rasa manis dan gurih dari kaldu serta petis khas Jawa Timur.

Harga:

Lokasi: Jl. Biliton No.20, Madiun Lor, Manguharjo
Jam buka: 08.00–20.00 WIB

Tempat ini kerap jadi lokasi temu kangen keluarga para pemudik yang pulang ke Madiun.

5. Nasi Pecel Pojok Madiun, Legendaris Sejak 1967

Nasi Pecel Pojok Madiun sudah berdiri sejak 1967 dan tetap populer hingga kini.

Menu yang tersedia antara lain nasi pecel, nasi rawon, dan nasi bali. Harganya sangat terjangkau, mulai Rp8 ribuan.

Lokasi: Jl. Cokroaminoto No.121, Kejuron, Taman
Jam buka: 10.00–20.00 WIB

Bagi pemudik yang ingin menikmati cita rasa klasik dengan harga ramah di kantong, tempat ini wajib masuk daftar.

6. Soto Kutilang Bu Topo, Sejak 1949

Soto Kutilang Bu Topo telah berusia lebih dari setengah abad.

Meski namanya unik, yang disajikan adalah soto ayam dan soto daging dengan pilihan lauk seperti empal, babat, usus, dan perkedel kentang.

Harga: mulai Rp20 ribuan
Lokasi: Jl. Kutilang Gg. Jalak No.3, Nambangan Lor, Manguharjo
Jam buka: Senin–Sabtu, 10.00–14.00 WIB / 18.00–21.00 WIB

Warung ini sering jadi destinasi makan siang favorit pemudik sebelum kembali ke perantauan.

7. Warung Nasi Pecel Yu Gembrot, Berdiri Sejak 1942

Warung Nasi Pecel Yu Gembrot termasuk salah satu yang tertua di Madiun.

Pilihan lauknya lengkap, mulai dari empal, limpa, lidah, paru, hingga otak. Selain pecel, tersedia juga rawon dan tetelan.

Harga:

Lokasi: Jl. Imam Bonjol No.33, Klegen, Kartoharjo
Jam buka: 07.00–22.00 WIB

Saat musim mudik, warung ini kerap dipadati pelanggan yang ingin bernostalgia dengan rasa autentik Madiun.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Tempat Kuliner Mie Paling Enak di Madiun: Dari Legendaris hingga Kekinian

Kuliner Legendaris Madiun, Jejak Rasa yang Tak Lekang Waktu

Kuliner legendaris di Madiun bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang cerita dan konsistensi yang dijaga lintas generasi.

Bagi warga lokal, tempat-tempat ini adalah bagian dari identitas kota. Bagi wisatawan dan pemudik, ini adalah pengalaman rasa yang sulit dilupakan.

Jika Anda sedang melintas atau pulang kampung ke Madiun, jangan lewatkan kesempatan mencicipi warisan kuliner yang telah bertahan sejak puluhan tahun lalu.

Selain mengenyangkan, setiap suapannya menyimpan sejarah panjang Kota Gadis yang terus hidup hingga hari ini.(*)

*Nizaria, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Mizan Ahsani